Penemuan Mayat WNI Di Kapal China, Diduga Penjualan Organ?

409 views
Mantratoto

Kronologi Penemuan Mayat WNI Yang Ditemukan Di Dalam Freezer Kapal China, Dipastikan Menjadi Korban Perdagangan Manusia

Berita Indonesia Terbaru, Terkini, berita terupdate, Indoharian, news, Politik, Terupdate serta Analisis dari INDOHARIAN.com, Berita Dunia Terbaru, Berita hari ini, Berita Indonesia Terbaru, Berita Terkini, berita terupdate, Indoharian, news, Politik, Terupdate serta Analisis dari INDOHARIAN.com, Penemuan Mayat WNI

IndoharianPenemuan Mayat WNI Di Kapal China, Diduga Penjualan Organ?

INDOHARIAN.COM – Kronologi penemuan mayat WNI (Warga Negara Indonesia) Indonesia di dalam  freezer kapal China, sempat melaporkan tindak kekerasan.

Polisi dan TNI saat ini tetap mendalami kasus penemuan mayat WNI Indonesia pada sebuah freezer di kapal China.

Pekerja WNI itu ditemukan meninggal dunia pada kondisi tetap berbalutkan baju dan selimut. Komandan Lantamal IV Tanjungpinang Laksamana Pertama TNI Indarto Budiarto mengatakan temuan kasus pekerja WNI yang meninggal serta disimpan pada freezer kapal berbendera China.

Temuan kasus tersebut didapat dari informasi pihak keluarga yang mengaku telah mendapatkan laporan dari korban mengenai tindak kekerasan yang terjadi pada kapal tersebut.

”Sampai akhirnya kami menerima info dari tindak kekerasan tersebut menyebabkan satu korban sampai meninggal dunia,” kata Indarto ketika konferensi pers pada Dermaga Lanal Batam, pada hari Rabu (8/7/2020).

Indarto menyatakan, dari informasi itu, tim gabungan Selanjutnya melakukan pencarian serta pelacakan.

Sampai pada akhirnya diketahui keberadaan kedua kapal berbendera China itu pada perairan Batu Cula, Selat Philip, Belakang Padang, Batam, Kepri.

SIMAK JUGA Berita Harian Lainnya
Pogba ciptakan gol
penangkapan pembobol BNI
Penyiksaan kuli

”Ketika dilakukan evakuasi kondisi pekerja WNI yang meninggal serta disimpan pada freezer masih mengenakan baju dan diselimuti,” jelas Indarto.

Indarto menjelaskan, pada awalnya tim gabungan memang tak mengetahui bahwa jenazah terdapat di kapal yang mana, tapi kedua kapal tersebut saling berkaitan.

Akhirnya tim gabungan mengejar kedua kapal itu, yakni Lu Huang Yuan Yu 117 dan 118.

Kedua buah kapal Lu Huang Yuan Yu 117 yang berbendera China itu hampir saja gagal ditangkap karena nyaris masuk kedalam perairan Singapura, tetapi karena kesigapan tim gabungan akhirnya berhasil dilumpuhkan.

Korban human trafficking, kasus diambil alih Polda Kepri

”Dari keterangan keluarga, korban telah tak dapat dihubungi sejak tanggal 29 Juni 2020,” jelas Indarto.

Lebih jauh, Indarto menyatakan, pada kedua kapal yang diketahui kapal pencari cumi-cumi tersebut terindikasi sudah terjadi human trafficking atau perdagangan orang.

Untuk selanjutnya, kasus tersebut akan di dalami oleh pihak kepolisian, dalam hal tersebut Polda Kepri.

”Jadi nantinya kasus tersebut segera diambil alih oleh Polda Kepri,” kata Indarto.

Juriah hanya dapat menelan pil pahit mendapati kenyataan putra kebanggannya yang jadi tulang punggung keluarga meninggal pada atas kapal China.

Hati sang ibu (Juriah) sakit sekali saat mengetahui bahwa Ari (25) anak laki-lakinya yang menjadi tulang punggung keluarga meninggal dunia dan jenazahnya dibuang ke laut oleh kapal China.

Sekitar 14 bulan lalu, anak laki-lakinya tersebut merantau dari rumahnya pada Desa Serdang Menang, Kecamatan Sirah, Pulau Padang Ogan Komering Ilir (OKI) Sumatera Selatan.

Semenjak itu pula, Juriah sama sekali tak dapat menelepon atau berkomunikasi dengan anaknya yakni Ari. Tetapi, pada tengah kegalauannya menunggu kabar dari sang putra, Juriah malah mendapatkan kabar duka.

Telepon dari bos Ari yang memintanya datang ke Jakarta serta juga meminta nomor rekening bank, menjadi awal pupusnya harapan dari Juriah.

Ia terpaksa menerima kenyataan pahit anak laki-laki kebanggannya tersebut meninggal dunia serta bahkan jenazahnya telah di buang ke laut.

”Yang kedua ada minta nomor rekening dengan saya, ujung-ujung nya tiga hari selanjutnya meminta saya ke Jakarta, (ternyata) anak saya telah meninggal dunia,” ucap Juriah yang merupakan ibu dari korban.

Hatinya pun hancur ketika mereka mengetahui jenazah Ari sudah dilarung tanpa persetujuan keluarga. Juriah mengharapkan kasus yang menimpa anaknya akan diusut tuntas.

Keluarga ABK Sepri Dapat Surat Berbahasa China

Rita Andri Pratama kakak dari Sepri, salah satu ABK yang asalnya dari OKI Sumsel yang telah meninggal serta mayatnya dibuang ke laut oleh kapal China, mendapatkan sepucuk surat pemberitahuan dalam bahasa Mandarin.

Tak hanya Juriah serta Rohani, hal yang sama juga dialami keluarga ABK Sepri, warga Desa Serdang Menang, Kecamatan Sirah Pulau Padang, Ogan Komering Ilir, Susel.

Menurut pendapat kakak Sepri, Rita Andri Pratama, pada hari Sabtu (9/5/2020), pihak keluarga mendapatkan kabar duka dari pihak perusahaan dari selembar surat bertulisan China.

Sesudah diterjemahkan, surat tersebut menjelaskan, Sepri telah meninggal dunia serta jenazahnya di larung ke laut. Pihak keluarga mempertanyakan mengapa jenazah Sepri dilarung ke laut bukan dikirim kembali ke Indonesia.

Ketika itu, pihak perusahaan berdalih tak dapat menghubungi keluarga sebab komunikasi susah.

”Menurut pihak perusahaan, meksi telah diberi perawatan dan diinfus oleh tim medis kapal ternyata nyawa Sepri tidak dapat lagi diselamatkan,” jelas Rita.

Hanya Dapat Santunan Rp 50 Juta

Semua Anak Buah Kapal (ABK) yang berasal daru Indonesia menceritakan pengalaman mereka selama berada pada kapal China.

Menurut dari pendapat seorang Kepala Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia ( BP2MI) yang bernama Benny Ramdhani, dua dari ketiga keluarga ABK yang dibuang dari Kapal ikan China Long Xin 629 tersebut sudah mendapatkan upah dari beberapa perusahaan penyalur itu.

Benny mengatakan keluarga ABK Sepri mendapatkan uang santunan sebesar Rp 50 juta dari agen penyalurnya di dalam negeri.

Sedangkan ABK Ari belum mendapat santunan sebab masih dalam proses pengembangan kasus oleh Kementerian Luar Negeri.

”Perkembangan informasi saat ini sedang dilakukan koordinasi lebih lanjut dengan perwakilan serta Kementerian Luar Negeri mengenai data dan penanganannya,” jelas Benny dalam keterangan penemuan mayat WNI, pada hari Sabtu (9/5/2020).

Sumber: Tribunmataram.com

Berita Dunia Terbaru Berita hari ini Berita Indonesia Terbaru Berita Terkini berita terupdate Indoharian news Penemuan Mayat WNI Politik Terkini Terupdate serta Analisis dari INDOHARIAN.com

Author: 
    author

    Related Post

    Leave a reply