PSI soal Kasus Edhy: Pergantian Anggota Kabinet Harus Dilakukan Secepatnya

Indoharian – PSI soal Kasus Edhy dan Beri Pesan Ini Ke Presiden Jokowi
INDOHARIAN.COM – Partai Solidaritas Indonesia PSI soal kasus Edhy dan sangat menilai sekarang ini menjadi momen yang sangat tepat untuk merencanakan reshuffle Kabinet Indonesia Maju.
Diketahui lagi, wacana reshuffle kabinet mencuat kepada publik sesudah Menteri Kelautan dan juga Perikanan Edhy Prabowo oleh ditangkap oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
“PSI soal Kasus Edhy dan sangat berkeyakinan, penyegaran kabinet layak dilakukan. Nasib bangsa ini jauh lebih penting daripada dua atau tiga menteri yang tidak berkinerja baik,” ucap seorang Wakil Sekjen PSI, Danik Eka Rahmaningtyas melalui keterangan tertulis pada hari Jumat (27/11/2020).
Apalagi, lanjut Danik, sekarang ini Indonesia sedang berada di tengah pandemi virus corona (SARS-CoV-2) yang tidak kunjung selesai. Dampak wabah juga akan membawa Indonesia kepada situasi krisis ekonomi.
Oleh karena itu, menurut dirinya, para menteri seharusnya mengambil peran untuk membantu seorang Presiden Joko Widodo keluar dari situasi itu.
“Kecepatan dan ketepatan tindakan mereka diperlukan. Jika mereka lambat dan bertindak tidak tepat, potensi Indonesia masuk krisis akan lebih besar,” kata Danik.
Ucap dirinya, PSI bahkan telah menyarankan seorang Presiden Jokowi guna untuk melakukan penyegaran kabinet sejak 18 Mei kemarin. Menteri yang dinilai tak sigap dan juga lambat beradaptasi dengan situasi pandemi selayaknya langsung diganti.
Kendati begitu, Danik juga sangat menekankan keputusan reshuffle kabinet tetap menjadi hak dari prerogatif Presiden.
“PSI menegaskan reshuffle kabinet merupakan hak prerogatif Presiden. Jika itu dilakukan pasti dengan pertimbangan matang demi kebaikan dan keselamatan bangsa,” kata Danik.
Diketahui lagi, Menteri Kelautan dan juga Perikanan nonaktif Edhy Prabowo ditetapkan oleh KPK sebagai tersangka atas dugaan korupsi izin ekspor benih lobster ataupun benur. Sesudah menyandang status tersangka, Edhy juga langsung ditahan oleh KPK.
PSI soal Kasus Edhy dan kemudian mantan Menteri yang korupsi tersebut resmi menyerahkan surat pengunduran diri sebagai seorang menteri kepada Presiden Jokowi, Kamis (26/11/2020). Sekarang ini, jabatannya diisi sementara oleh seorang Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar panjaitan.
Sumber: CNNIndonesia
Berita Dunia Terbaru Berita hari ini Berita Indonesia Terbaru Berita Terkini berita terupdate Indoharian news Politik PSI soal Kasus Edhy Terkini Terupdate serta Analisis dari INDOHARIAN.com