Subvarian Omicron Siluman BA.2 Sudah Ada Di Indonesia

Subvarian Omicron Siluman BA.2 Sudah Ada Di Indonesia
IndoHarian – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI mengatakan pihak dari kementrian kesehatan sudah mendeteksi adanya subvarian Omicron Siluman BA.2.
Dikabarkan sebelumnya varian tersebut, bisa menular lebih cepat dan meningkatkan tingkat keparahan yang lebih tinggi dibanding saat terinfeksi Omicron BA.1.
“Terkait varian BA.2 ini, sebenarnya kita sudah mendeteksi adaanya varian ini. Kalau kita melihat dari jumlah varian BA.2 yang saat ini sudah bisa kami deteksi itu sekitar ada 252 varian BA.2,” jawab juru bicara vaksinasi COVID-19, dr Siti Nadia Tarmizi dalam konferensi pers virtual terkait perkembangan COVID-19 di Indonesia.
Dr Nadia juga mengingatkan, kunci utama dari mengatasi virus Corona varian apa pun jenisnya adalah protokol kesehatan yang ketat dan juga vaksinasi COVID-19. Namun, kita juga perlu mewaspadai jika adanya gejala yang ditimbulkan.
SIMAK JUGA Berita Harian Lainnya |
Profil Angelina Sondakh Yang Bakal Bebas Bulan Maret Ini |
Dinar Candy Dikabarkan Putus |
Makna dan Sejarah Hari Raya Nyepi |
Dikutip dari The Sun, para peneliti Virus Covid-19 di Denmark menemukan bahwa varian Omicron Siluman BA.2 diketahui 1,5 kali lebih mudah menular dibanding varian sebelumnya, bahkan dikatakan juga bisa menginfeksi orang yang telah divaksin dosis penuh.
Sementara itu, William Haseltine, seorang profesor di Harvard Medical School mengatakan varian BA.2 bahkan bisa sampai tujuh kali lebih menular dibandingkan virus Covid-19 varian sebelumnya.
Sementara itu berdasarkan hasil studi yang dilakukan oleh pihak ZOE COVID Study, berikut gejala umum yang dilaporkan pasien terinfeksi Omicron BA.2:
– Pilek
– Sakit kepala
– Sakit tenggorokan
– Bersin
– Batuk yang terus menerus
– Suara serak
– Nyeri sendi atau otot tak biasa
– Demam mengigil
– Pusing
– Sakit mata
– Kabut otak (brain fog)
– Kurangnya nafsu makan
– Sakit dada
– Sakit telinga
Berdasarkan hasil penelitian ZOE COVID Study, tidak ditemukan adanya gejala hilangnya indera penciuman atau indera perasa seperti gejala klasik Covid-19. Disebutkan pula bila terinveksi subvarian Omicron Siluman BA.2, biasanya gejala akan timbul kurang lebih dua hari setelah terinfeksi.
Sumber : Detik Health
Berita Dunia Terbaru Berita hari ini Berita Indonesia Terbaru Berita Terkini berita terupdate Indoharian news Politik Terkini Terupdate serta Analisis dari INDOHARIAN.com