VIRAL! Baim Wong Tegur Kakek, Ini Kata Sosiolog…

22 views
Luwakpoker

Baim Wong Tegur Kakek Karena Mengikutinya Untuk Meminta Uang

Berita Indonesia Terbaru, Terkini, berita terupdate, Indoharian, news, Politik, Terupdate serta Analisis dari INDOHARIAN.com, Berita Dunia Terbaru, Berita hari ini, Berita Indonesia Terbaru, Berita Terkini, berita terupdate, Indoharian, news, Politik, Terupdate serta Analisis dari INDOHARIAN.com, Berita Indonesia Terbaru, Terkini, berita terupdate, Indoharian, news, Politik, Terupdate serta Analisis dari INDOHARIAN.com, Berita Dunia Terbaru, Berita hari ini, Baim Wong Tegur Kakek

Indoharian – VIRAL! Baim Wong Tegur Kakek, Ini Kata Sosiolog…

INDOHARIAN – Baim Wong Tegur Kakek, Bener ning ora pener bahasa Indonesianya “benar, tetapi tidak tepat”. Artinya yang dipilih sosiolog Siti Zunariyah, untuk menggambarkan situasi yang dialami Baim Wong.

Sejak Minggu (10/10/2021), video YouTube Baim Paula yang berjudul “Adiknya Kiano, Udah Pengen Cepet2 keluar..Mamah Pau Langsung ke Rumah Sakit” viral di sosial media.

Pasalnya, di dalam video tersebut terekam momen Baim Wong Tegur Kakek.

Baim sedang mengendarai sepeda motor bersama putranya, Kiano Tiger Wong. Dalam perjalanan pulang ke rumah orangtuanya, ternyata ada seorang kakek yang disadari Baim terus mengikutinya daritadi.

SIMAK JUGA Berita Harian Lainnya
Pelajar SMAN 7 Bogor Tewas Ditusuk
Gilaa!! Ayah Perkosa 3 Anaknya, Akhirnya Dilaporkan Tapi Polisi…
Virall!! Risma Marah-marah Lagi, Karena Dituduh…

Setelah berhenti, suami Paula Verhoeven ini langsung menghampiri kakek tersebut dan bertanya niatnya mengikuti dia.

Tak jelas alasan yang diucapkan kakek tersebut, tapi terdengar Baim langsung menegur kakek yang mengendarai motor itu karena minta uang.

“Terus apa hubungannya ngejar-ngejar saya minta-minta uang?,” tegur Baim

“Bantu saya, saya jualan ini,” kata kakek itu kemudian.

Tak berhenti, Baim kembali menegur karena sikap kakek yang mengikutinya hanya untuk menawarkan barang yang dijual.

“Ngikut-ngikutin saya sampai berapa kilo tadi, ngapain jangan (minta-minta), enggak ada,” kata Baim sambil berjalan, pergi meninggalkan kakek tersebut.

“Tuh kayak dia tuh kerja,” ucap Baim lalu sambil memberikan uang pada ojek online yang sedang berhenti tak jauh dari Baim.

Baim langsung membagi-bagikan uang pada ojek online dan juga pedagang warung di dekatnya.

“Tuh dikasih uang karena kerja nih, tuh kasih uang kerja, kerja nih kasih duit, jangan ngemis,” tutur Baim.

“Masak ngemis ngikutin, malu-maluin aja, ngejar-ngejar minta duit, jangan gitu engggak bagus, minta dikasihani mulu hidup, jangan,” lanjut Baim.

Sikap Baim tersebut dinilai netizen berlebihan dan banyak yang kecewa kepadanya. Namun di sisi lain, ada yang memaklumi sikap Baim.

“Setidaknya hargainlah itu kan orang tua, dia pikir orang-orang akan setuju dan muji dia dengan tindakannya itu,” tulis @echaaaax.

“Watak asli Baim keluar, dia baik karena konten bagi-bagi uang dapat uang,” tulis @_djisamsoe_234.

“Kak Baim kayaknya bapak-bapak itu bukan mau ngemis, dia mau nawarin dagangannya yang ada di dalam tas. Coba dengerin dulu si bapaknya ngomong, dia kan orang tua,” tulis @elnino284.

“Tapi jujur kalau aku di posisi itu juga bete banget rasanya,” tulis @meowmei19.

Tanggapan sosiolog

Siti yang merupakan dosen sosiologi dari Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta menilai, sikap Baim Wong ini mirip dengan istilah dalam bahasa Jawa bener ning ora pener atau benar tetapi tidak tepat.

Ada dua hal yang dilihat Siti dari kasus Baim Wong ini.

“Kalau saya, sebagai yang belajar tindakan sosial, sebenarnya yang dilakukan oleh Baim Wong bisa dinilai dalam dua sudut pandang,” kata Siti, Selasa (12/10/2021).

Pertama, jika Baim Wong mengatasnamakan tindakannya sebagai sebuah pembelajaran kepada kakek agar bekerja dan tidak malas, Siti melihat, secara rasional hal tersebut masuk akal.

“Artinya, tujuannya baik,” ungkap dia.

Namun persoalannya, kata Siti, kita hidup di lingkungan atau budaya yang tidak bisa dilepaskan begitu saja.

Nah, tindakan yang diambil Baim untuk menyampaikan tujuan tersebut dinilainya adalah tindakan yang tidak tepat. Inilah poin kedua yang dilihat Siti.

“Tidak cukup hanya tujuannya baik, tapi harus dilakukan dengan cara yang baik dan mempertimbangkan nilai-nilai yang ada, termasuk menghargai orang tua dan sebagainya,” jelasnya.

“Benar bahwa menyadarkan atau memberi tahu orang kalau bekerja keras itu penting. Tetapi harus dilakukan dengan cara yang baik,” imbuhnya.

“Bener, ning ora pener, kalau orang Jawa bilang.”

Menurut Siti, kasus Baim Wong ini sudah membuat sadar kita bahwa ketika bertindak harus mempertimbangkan dua aspek tersebut. Tujuan yang rasional dan mempertimbangkan dimensi nilai.

Hal ini pun menurutnya bukan hanya berlaku untuk masalah-masalah sosial saja, tapi semua hal.

“Dalam hal ini, kalau menilai Baim Wong ya berarti dia harus mengevaluasi kembali (tindakannya),” kata Siti.

Pasalnya, tujuan yang awalnya ingin menjadi pembelajaran bagi netizen atau penonton YouTube Baim Wong, pada akhirnya justru tidak dapat tersampaikan.

Dikhawatirkan sekadar konten

Karena Baim Wong belakangan ini cukup populer, terlebih dengan konten YouTubenya yang suka bersedekah, Siti mengkhawatirkan hal ini hanya untuk kepentingan pribadi yakni semakin melambungkan namanya.

“Jadi kemungkinan besar itu hanyalah setting untuk semakin melariskan popularitasnya. Saya kok khawatirnya ke sana,” kata Siti.

“Namun sekali lagi, ini hanya kekhawatiran saya. Bisa jadi juga Baim Wong Tegur Kakek memang natural seperti itu, karena kita hanya melihat sepotong tidak tahu behind the scenenya seperti apa, yang kita nilai dari yang dilihat saja.”

Sumber : Kompas

Baim Wong Tegur Kakek Berita Dunia Terbaru Berita hari ini Berita Indonesia Terbaru Berita Terkini berita terupdate Indoharian news Politik Terkini Terupdate serta Analisis dari INDOHARIAN.com

Author: 
    author

    Related Post

    Leave a reply