banner 468x60

Bercinta Saat Subuh, Apakah Puasa Batal???

 NEWS
banner 468x60

Bercinta Saat Subuh Bisa Membuat Puasa Batal?? Ini Penjelasannya!

Berita Harian Indonesia Terbaru dan Terupdate, Politik, Berita Dunia Terbaru, Foto, Video, Ulasan Teknologi, Kesehatan, Alam dan Entertainment News

IndoharianBercinta Saat Subuh, Apakah Puasa Batal???

 

Indoharian, JAKARTA — Bulan suci Ramadan adalah bulan yang memang sudah sangat ditunggu-tunggu dan yg pasti saatnya utk mengumpulkan amal-amal yg sholih. Jadi apakah bercinta saat subuh termasuk puasa batal?

Hampir, dari buka mata sampai menutup mata, semua yg dilakukan untuk mendapatkan pahala dari Allah SWT.

Tak jauh-jauh nih ya, dari pasangan suami istri dan juga pengantin baru, lagi membaranya api cinta saat diawal puasa pasti inginnya hanya berduaan terus.

Apapun yg dilakukan sang istri utk suami, Allah sudah menjanjikan sebuah surga untuknya nantinya.

Nah, biasanya nih ya, kepada pasangan suami istri masih menyempatkan waktu utk melakukan hubungan intim atau jima’.

Jadi bagaimana, pada saat sedang melakukan bercinta saat subuh‘ rupanya terdengar suara adzan subuh dan itu bagaimana hukumnya? Banyak pencerahan dlm mengenai hal itu, mari kita simak bersama.

SIMAK JUGA Berita Harian Lainnya
Gang Motor Dapat Senjata Tajam Celurit Dari Remaja Ini
Kakek Penjual Pisang Dirampok Menjadi Viral di Medsos, Akhirnya Mendapatkan..
29 Juni 2017 Siap-siap Mako Brimob Dibuat Kewalahan, Karena..

 

Saat muadzin mengumandangkan adzan ketika terbitnya fajar, maka kepada siapapun harus bisa menahan dari hal-hal yang bisa membuat puasa batal semenjak terbit fajar hingga terbenam matahari.

Jika muadzin mengatakan Allahu Akbar, maka kita pun harus menahan diri untuk tidak melakukan makanan, minuman, jimak dan seluruh yang bisa membuat batal.

An-Nawawi rahimahullah pun mengatakan, “Jika terbitnya fajar sementara di mulutnya ada makanan dan dikeluarkan, kalau dikeluarkan, maka puasanya itupun sah. Kalau ditelan, maka puasanya batal.

Kalau terbit fajar, sementara dia menggauli (istrinya) dan langsung dicabut, maka puasanya itu pun terhitung sah.

Sementara kalau terbit fajar dan dia masih berhungan badan, dan dia sendiri pun mengetahui terbitnya dan dia masih dalam kondisi berhubungan badan, maka puasanya itu dianggap batal.

Tak diketahui dlm hal ini di kalangan para ulama adanya perbedaan serta diharuskan kafarat menurut mazhab kami”. Maka bisa disimpulkan, semua itu akan sah selama tak melampaui terbitnya fajar dan sesudah mendengar kumandang adzan langsung berhenti bercinta saat subuh‘.

Sumber : Indoharian | Berita Harian Indonesia Terbaru dan Terupdate

Related Search

banner 468x60

Related Posts

Leave a Reply