sakuratoto

Rachmawati: Jangan Sampai Memilih Pemimpin yang Tumpuk Utang

 NEWS, POLITIK
Iklan Ads

Rachmawati Menyindir Pemimpin yang Tumpuk Utang

Alam dan Entertainment News, Berita Dunia Terbaru, Berita hari ini, Berita Indonesia Terbaru, Berita Terkini, berita terupdate, Foto, Indoharian, kesehatan, Politik, Terupdate serta Analisis dari INDOHARIAN.com, Ulasan Teknologi, Video, news, kesehatan, teknologi, kriminal, wisata, olahraga, otomotif, aktor, aktris, kulinerAlam dan Entertainment News, Berita Dunia Terbaru, Berita hari ini, Berita Indonesia Terbaru, Berita Terkini, berita terupdate, Foto, Indoharian, kesehatan, Politik, Terupdate serta Analisis dari INDOHARIAN.com, Ulasan Teknologi, Video, news, kesehatan, teknologi, kriminal, wisata, olahraga, otomotif, aktor, aktris, kuliner

Indoharian – Rachmawati: Jangan Sampai Memilih Pemimpin yang Tumpuk Utang

 

Indoharian –  Pemimpin yang Tumpuk Utang, ketua Dewan sang pendiri Yayasan Pendidikan Rachmawati  Soekarnoputri memberi tahu kepada masyarakat agar tidak memilih pemimpin yang sudah membuat rupiah menjadi lemah dan yang peduli terhadap kepentingan antek asing di Pilpres 2019 yang akan mendatang.

hal itu dia sampaikan saat sedang berpidato pada upacara peringatan 17 Agustus yang sedang berlangsung di Universitas Bung Karno (UBK) pada Jumat (17/8/2018).

“Saya katakan, jangan sampai salah untuk memilih pemimpin yang menjadi proxy atau lebih mementingkan keperluan asing, jangan pilih Pemimpin yang Tumpuk Utang, yang membuat rupiah menjadi melemah,” kata Rachmawati.

Meski begitu, Rachmawati juga enggan untuk menyebut siapa nama pemimpin yang mempunyai utang menumpuk tersebut.

Dia hanya meminjam sebuah perkataan mendiang Ayahnya, Soekarno pernah menyebut bahwa tahun 2018 ini merupakan tahun vivere pericoloso atau tahun mendekati bahaya.

Hal ini lantaran tahun ini bertepatan dengan dimulainya tahapan dan prosesi pemilihan umum (pemilu) yang akan segera di gelar pada bulan April 2019 yang akan mendatang.

Dirinya juga menyebut kini masyarakat diberikan dua pilihan calon presiden pada Pilpres 2019 mendatang. Pilihan pertama menggambarkan gimana masa depan Indonesia yang bahagia, sedangkan pilihan kedua akan membuat Indonesia menjadi semakin sengsara dengan penuh tangis.

“Jadi di seberang jembatan ini hanya memiliki dua jalan, semua masyarakat indonesia harus pandai untuk memilih salah satu dari jalan tersebut. Pertama jalan sama rasa sama bahagia, dan jalan yang kedua adalah jalan ratap dan kesedihan,” ujar dia.

SIMAK JUGA Berita Harian Lainnya
Sandiaga Jumpai Amien Rais Untuk Membahas Soal Visi Misi Ekonomi Indonesia
Nyapres Di 2019, Direktur Timses Jokowi Berhaburan
Paspampres Era Soekarno, Siapa Yang Akan Dipilih Di Pemilu 2019?

 

Melihat hal itu, Rachmawati lantas berujar agar masyarakat dapat memilih seorang pemimpin yang berani dan menjalani untuk prinsip-prinsip yang sesuai dengan yang ada di dalam Undang-undang dasar 1945.

dirinya juga menjamin masyarakat Indonesia akan gembira jika memilih pemimpin yang telah menjalankan Undang-undang dasar 1945 dengan benar dan berani.

“Pilih pemimpin yang berani kembali kedalam Undang-undang dasar 1945. Maka, jika saudara pada saatnya nanti memilih pemimpin yang seperti yang saya sebutkan ini, isyaallah kita akan menjadi masyarakat yang sama rasa, dan bahagia,” ujarnya.

Saat ingin menutup amanat yang ia berikan dengan mengutip terlebih dahulu pernyataan yang pernah diucapkan Soekarno, Rachmawati terlihat sedikit mengeluarkan air mata akibat mengenang perjuangan ayahnya tersebut.

Sambil sedikit menangis, Rachmawati lantas mengutip sedikit ucapan yang pernah di ucapkan oleh Soekarno bahwa perjuangan revokusi Indonesia saat ini belum selesai sampai disini, karena kehidupan bangsa Indonesia belum ‘terang’ seterang bulan purnama hingga saat ini.

“Izinkan saya kembali untuk mengutip perkataan yang pernah diucapkan oleh Bung Karno, kita memang belum hidup di terangnya bulan purnama, saat ini kita masih hidup dalam masa pancaroba, bersemangat garudaku, karena revolusi belum habis,” ucap Rachmawati.

Pada kesempatan itu pula, hadir seorang Ketua umum dari partai Gerindra yang juga bakal menjadi calon presiden 2019-2024 yang bernama Prabowo Subianto dan calon wakil presiden  Sandiaga Uno.

semenjak kepemerintahan Bapak Presiden Joko WIdodo kini sedang menghadapi sejumlah isu, mulai dari utang yang mencapai di atas Rp4.200 triliun hingga terjadinya pelemahan rupiah yang membus hingga Rp14.600 per dolar AS

Meski begitu, Rachmawati juga enggan untuk menyebut siapa nama pemimpin yang Tumpuk Utang tersebut.

Sumber : Indoharian | Berita Harian Indonesia Terbaru dan Terupdate

totokita

Related Posts

Leave a Reply