Heboh! Lebih Mahal Obat RI Dibanding Luar Negeri

134 views
Mantratoto

Heboh Karena Lebih Mahal Obat RI Dibanding dengan Di Luar Negri, Ternyata Ini Biang Keroknya

Berita Dunia Terbaru, Berita hari ini, Berita Indonesia Terbaru, Berita Terkini, berita terupdate, Indoharian, news, Politik, Terkini, Terupdate serta Analisis dari INDOHARIAN.com

Heboh! Lebih Mahal Obat RI Dibanding Luar Negeri

Indoharian – Menteri Kesehatan yang bernama Budi Gunadi Sadikin buka suara mengenai harga Lebih Mahal Obat RI ketimbang di negara lain. Hal ini disebutnya ikut dikeluhkan oleh sejumlah pihak termasuk Yayasan Kanker Anak Indonesia.

Menurut Menkes, Lebih Mahal Obat RI bukan disebabkan oleh karena pajak. Melainkan karena imbas biaya penjualan dan pemasaran yang ada di Indonesia. “Kalau beda pajak, kan bedanya persen dong, 20 persen, 30 persen, kalau di sana seribu di sini 4 ribu? Itu kali kan, bukan persen. Empat kali, tiga kali, itu nggak mungkin persoalan pajak, aku kan perbankan, ngerti, kalau pajak tuh bedanya hanya 30 persen 40 persen, kalau bedanya 400 persen, 500 persen, itu pasti bukan pajak,” terang Menkes dalam Public Hearing RUU Kesehatan Rabu (15/3/2023).

“Bukan pajak, sales and marketing expenses, aku bisa lebih dalam lagi ngejar, cuma kan pada nggak enak nanti orang bagian farmasi nggak enak, dokter nggak enak,” sambungnya lagi. Menkes meyakini bahwa ada hubungan antara mahalnya harga obat di Indonesia dengan adanya biaya yang perlu untuk dikeluarkan oleh peserta didik kedokteran untuk bisa mendapatkan Surat Tanda Registrasi (STR) dan Surat Izin Praktik (SIP).

Besaran dana yang perlu untuk dikeluarkan untuk seorang dokter untuk bisa mendapatkan STR dan SIP berkisar Rp 6 juta per orang. Sementara, setiap tahun rata-rata ada 77 ribu sertifikat penerbitan STR untuk dokter spesialis. “Aku kan bankir, 77 ribu dikali Rp 6 juta kan Rp 430 miliar setahun. Oh, pantas ribut,” kata Menkes.

Adapun untuk bisa memperoleh STR, peserta didik kedokteran juga harus membutuhkan 250 Satuan Kredit Profesi (SKP) yang bisa diperoleh dari beberapa kegiatan, salah satunya melalui seminar. Namun, dalam satu kali mengikuti seminar, peserta didik perlu mengeluarkan biaya Rp 1 juta dan ‘hanya’ mendapatkan 4 SKP. “Jadi, kalau ada 250 SKP per tahun, menjadi Rp 62 juta, dikali 140 ribu jumlah dokter, itu kan Rp 1 triliun lebih,” imbuh Menkes.

“Kasihan dokternya, karena mereka harus membayar,” katanya lagi. Tapi, kalau dokternya yang tidak bayar, dia menambahkan, “Nanti dibayarin oleh orang lain, dan obat jadi mahal karena sales and marketing expenses jadi naik. Menderita juga rakyatnya.”

SIMAK JUGA Berita Harian Lainnya
PKS: Deklarasi Bersama Koalisi Perubahan
Linda Ngaku Pergi ke Pabrik Sabu di Taiwan
Chef Arnold Gabung Perindo, Ternyata Bukan Jadi Ini

Bahan Baku Obat-obatan Masih Impor
Menyinggung persoalan harga Lebih Mahal Obat RI, Wamenkes RI yang bernama dr Dante Saksono Harbuwono ikut buka suara. “Harga obat kita beberapa waktu lalu disinyalir bisa lebih mahal. Sebenarnya nggak kalau obatnya adalah merupakan obat generik. Tapi begitu masuk obat paten, obat paten, harganya bisa lebih mahal,” ujarnya dalam Diskusi Liputan Forum Industri tentang RUU Kesehatan, Kamis (16/3).

“Dibandingkan dengan di negara Malaysia dan Singapura. Maka kita butuh aturan-aturan. Beberapa hal di antaranya adalah karena 90 persen bahan baku obat kita masih impor dari luar negeri. Ini harus kita selesaikan,” sambungnya. Berkenaan dengan RUU Kesehatan, menurutnya Undang-undang tersebut nantinya akan bisa mentransformasi beberapa aspek. Beberapa di antaranya adalah perihal harga obat dan ketahanan kesehatan di Indonesia.

“Biaya yang digunakan untuk melakukan research itu cuma sebesar 0,2 persen dari biaya APBN. Padahal di negara Singapura itu jauh lebih besar. Di Amerika jauh lebih besar. Itu ketahanan kesehatan,” jelasnya. “Pembiayaan kesehatan akan dirancang dalam RUU ini sehingga biaya kesehatan dipermudah. Masyarakat bisa untuk mengakses dan kita akan jadikan transformasi ini lebih baik,” pungkas Wamenkes.

Sumber : Detik

Berita Dunia Terbaru Berita hari ini Berita Indonesia Terbaru Berita Terkini berita terupdate Indoharian news Politik Terkini Terupdate serta Analisis dari INDOHARIAN.com

Author: 
    author

    Related Post

    Leave a reply