Potongan Gaji Untuk Tapera Beratkan Para Pekerja

271 views
Mantratoto

Iuran Potongan Gaji 2,5 Persen Untuk Tapera Beratkan Para Pekerja

Berita hari ini, Berita Indonesia Terbaru, Berita Terkini, berita terupdate, Indoharian, news, Politik, POLITIK Berita Dunia Terbaru, Terkini, Terupdate serta Analisis dari INDOHARIAN.com

Tapera Beratkan Para Pekerja

 

Indoharian – Baru beberapa hari Presiden Joko Widodo menetapkan aturan baru program tapera Potongan Gaji 2,5 Persen Untuk Tapera Beratkan Para Pekerja , langsung kritikan dari publik langsung bermunculan. karena aturan tersebut berlaku pemotongan gaji seluruh pekerja sebesar 3 persen setiap bulannya.

Walaupun besar potongan 3 persen tersebut dibagi jadi 2,5 persen dari gaji pokok pekerja dan sisa 0,5% ditanggung pemerintahan, ketetapan tersebut tetap memberatkan penduduk. Ujar chitra, warga setempat menyatakan kalau potongan 2,5 persen termasuk harga yang sangat besar.

Potongan 2,5 persen terbilang sangat besar karena tiap orang juga kebutuhannya beda-beda. Dengan nilai yang sama dia bisa pakai buat keperluan darurat,” ujar Chitra

Hal serupa juga dilontarkan oleh Reza seorang karyawan swasta tinggal di Jakarta. Terlebih lagi keuntungan dari Tapera tidak bisa dirasakan oleh seluruh penduduk yang gajinya dipotong 2,5% setiap bulan. karena,ada syarat tertentu untuk penerima manfaat program Tapera.

Dilansir dari website resmi Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) dihimbau bahwa tujuan dari tapera ini ialah menghimpun dana murah jangka panjang yang berkelanjutan untuk biaya perumahan dalam rangka kebutuhan rumah tangga yang layak.

Hasilnya, potongan gaji yang harus setiap bulan bagi seluruh pekerja jadi terasa seperti acuan ‘paksaan’ dari pemerintah. Reza mengatakan kalau masyarakat memang perlu dibantu oleh pemerintah untuk diberi kesempatan agar dimudahkan membeli rumah. bukan berarti kewajiban menabung untuk rumah yang belum ada bangunannya.

Solusinya mungkin dari beberapa kebijakan yang dilakukan Pemda, dibuat dulu rumahnya setelah itu masyarakat yang mau beli rumah itu dikasih biaya bunga ringan. Itu lebih bagus daripada kita diwajibkan untuk nabung dulu baru beli kemudian. Jadi sama saja tetap bayar juga secara cicil ke pemerintah,” ujarnya

 

SIMAK JUGA Berita Harian Lainnya
Gibran : Kaesang Masuk Bursa Pilgub Jakarta
Bongkar Anggota Densus 88 Penguntit Jampidsus
Raffi Ahmad Ingin Maju Jadi Pilkada Jateng

 

Rumah memang menjadi kebutuhan yang wajib untuk kehidupan. Hal tersebut diakui pula oleh Ernith salah satu warga Depok. ujar nya keputusan membeli rumah memang perlu sedikit ada ‘paksaan’ untuk berani mencicil rumah. Pernyataan tersebut langsung pengalaman sendiri yang ketika masih muda tidak berani membeli rumah karena masalah cicilan. ujarnya

Pada akhirnya, Ernith dengan suami dan kedua anaknya kini tinggal di rumah warisan orang tuanya yang sudah meninggal.

Akan tetapi, dengan aturan dan usulan dalam potongan gaji 2,5 persen untuk tapera beratkan para pekerja, Ernith pun punya pertanyaan serupa dengan Reza dan Chitra. Ibu dua anak itu meminta pemerintah untuk lebih memerhatikan aturan tersebut secara lebih jelas agar tidak ada masyarakat merasa dirugikan

Sumber : suara.com

Berita Dunia Terbaru Berita hari ini Berita Indonesia Terbaru Berita Terkini berita terupdate Indoharian news Politik Terkini Terupdate serta Analisis dari INDOHARIAN.com

Author: 
    author

    Related Post

    Leave a reply