Resesi Seks Mengancam 4 Negara Besar di Asia

34 views
Mantratoto

Resesi Seks Mengancam 4 Negara Besar di Asia

Berita Dunia Terbaru, Berita hari ini, Berita Indonesia Terbaru, Berita Terkini, berita terupdate, Indoharian, news, Politik, Terkini, Terupdate serta Analisis dari INDOHARIAN.com

IndoHarian – Semakin hari, semakin banyak negara yang mengalami penurunan populasi karena warganya menolak menikah dan mempunyai keturunan. Resesi Seks Mengancam akibat kepada risiko krisis demografis karena banyak wanita yang berhenti melahirkan anak.

Kondisi seperti ini tidak hanya terjadi di satu atau dua negara saja bahkan beberapa negara besar di dunia ikut terancam. Lantas di mana saja negara yang mengalami penurunan populasi akibat ‘resesi seks’?

1.Korea Selatan

Pada 2021 lalu, berdasarkan data dari pemerintah Korea Selatan mencatat tingkat kesuburan Wanita di Korsel ini hanya 0,81 persen. Padahal idealnya di suatu negara harus memiliki tingkat kesuburan 2,1 persen untuk menjaga populasi di negaranya. Tak hanya itu saja, di Negeri Ginseng tersebut kini makin banyak anak muda yang tidak mau untuk menikah. Para wanita yang sudah menikah bahkan memilih untuk tidak mau punya anak dalam pernikahannya.

Tidak ada angka resmi mengenai berapa banyak warga Korea Selatan yang memilih untuk ogah menikah bahkan memiliki anak. Namun berdasarkan dari badan statistik nasional Korea Selatan menunjukkan pada tahun 2020 terjadi sekitar 193 ribu pernikahan di negara tersebut. Angka ini bahkan mengalami penurunan dari pada tahun 1996 yang saat itu mencapai hingga 430 ribu. Data tersebut juga menunjukkan bahwa pada tahun lalu bayi yang lahir di Korsel sekitar 260.600, sementara puncak kelahiran bayi di negara tersebut mencapai angka 1 juta pada tahun 1971.

2.China

Negara dengan populasi terbanyak di dunia yakni sekitar 1,4 miliar juta jiwa ini disebut sedang mengalami ‘resesi seks’. Diprediksi tahun ini Resesi Seks Mengancam angka kelahiran yang mencetak rekor terendahnya lantaran menurun hingga berada di bawah angka 10 juta, dibandingkan pada tahun 2021 lalu sebanyak 10,6 juta anak lahir per tahun. Angka itu saja menurun 11,5 persen dari tahun 2020.

Terkait hal tersebut, Presiden China Xi Jinping bahkan melakukan beragam cara untuk meningkatkan angka kelahiran seperti pengurangan pajak pada warganya hingga ada uang tambahan untuk anak ketiga bagi warganya. Namun, strategi ini bahkan tidak cukup untuk membuat angka kelahiran meningkat. Di tahun 2021 lalu saja, angka kesuburan hanya berada di angka 1,16 di bawah standar yakni 2,1.

SIMAK JUGA Berita Harian Lainnya
Mia Khalifa Curhat Soal Terjebak Di Industri Porno
Kode Politik Rambut Putih Dari Jokowi, Siapa?
Pencopotan Label Gereja di Tenda Bantuan Cianjur

3.Jepang

Krisis populasi di Negeri Sakura ini tampak sangat nyata di depan mata lantaran tingkat perkawinan dan kelahiran di negara itu tergolong paling rendah sepanjang sejarah. Berdasarkan laporan terbaru dari badan stastistik Jepang, angka pria dan wanita di Jepang yang tidak ingin menikah saja memecahkan rekor tertinggi sepanjang sejarah negara mereka.

Data dari Institut Nasional Kependudukan dan Jaminan sosial menemukan bahwa sebanyak 17,3 persen pria dan 14,6 persen wanita yang berusia antara 18 dan 34 tahun di Jepang menyebut mereka tidak berminat untuk menikah.
Pada tahun 2021, jumlah bayi yang lahir di Jepang mengalami penurunan sebesar 29.231 atau sebanyak 3,5 persen. Sedangkan untuk jumlah pernikahan turun sebanyak 24.391 dari 501.116, angka tersebut adalah yang paling rendah sejak akhir perang dunia kedua.

4.Singapura

Resesi Seks Mengancam Singapura, disebutkan angka kelahiran seorang bayi pada tahun 2021 adalah 1,12. Angka ini lebih rendah dibandingkan angka rata-rata di dunia yakni 2,3. Penyebab terjadinya ‘resesi seks’ di Singapura karena pemerintah setempat mengizinkan para wanita untuk melakukan tindakan pembekuan telur. Padahal, awalnya izin ini hanya diberikan kepada seorang wanita yang memiliki kondisi medis tertentu seperti sedang melakukan kemoterapi untuk perawatan.

Sumber: Detik.com

Berita Dunia Terbaru Berita hari ini Berita Indonesia Terbaru Berita Terkini berita terupdate Indoharian news Politik Terkini Terupdate serta Analisis dari INDOHARIAN.com

Author: 
    author

    Related Post

    Leave a reply