Aksi Kader PDIP, Ini Permintaan Putra Megawati!!

Aksi Dari Kader PDIP Telah Mendapatkan Permintaan Putra Megawati Agar Tidak Reaksioner

Alam dan Entertainment News, Berita Dunia Terbaru, Berita hari ini, Berita Indonesia Terbaru, Berita Terkini, berita terupdate, Foto, Indoharian, kesehatan, Politik, Terupdate serta Analisis dari INDOHARIAN.com, Ulasan Teknologi, Video, news, kesehatan, teknologi, kriminal, wisata, olahraga, otomotif, aktor, aktris, kulinerAlam dan Entertainment News, Berita Dunia Terbaru, Berita hari ini, Berita Indonesia Terbaru, Berita Terkini, berita terupdate, Foto, Indoharian, kesehatan, Politik, Terupdate serta Analisis dari INDOHARIAN.com, Ulasan Teknologi, Video, news, kesehatan, teknologi, kriminal, wisata, olahraga, otomotif, aktor, aktris, kuliner

IndoHarian – Aksi Kader PDIP, Ini Permintaan Putra Megawati!!

 

IndoHarian – Kepala Pusat Analisa dan Pengendali Situasi Partai (Situation Room) PDIP, Muhammad Prananda Prabowo meminta kepada seluruh kader supaya tenang dan tak reaksioner dalam menyikapi pemberitaan terkait ketua umum partai tersebut, Megawati Soekarnoputri, sebagai Ketua Dewan Pengarah Badan Pembina Ideologi Pancasila (BPIP). Permintaan putra Megawati itu disampaikan setelah mendapat amanat dari Megawati.

“Kepada kader PDI Perjuangan di seluruh tanah air, untuk tidak reaksioner. ‘Tenang saja’ kata Ibu Megawati,” ucap Prananda dalam surat terbuka, pada hari Sabtu (2/6/2018).

Selain hal tersebut, permintaan putra Megawati selanjutnya yaitu agar kader PDIP menjadi bagian dari masyarakat yang mendukung akan terwujudnya media massa sebagai salah satu pilar demokrasi Pancasila. Atas dasar tersebut, Prananda minta agar hubungan baik dan silaturahmi kader PDIP dengan media massa harus diutamakan.

“Jika ada pemberitaan yang dianggap kurang tepat, maka kewajiban bagi seluruh kader adalah menyampaikan kepada media argumentasi yang berbasis pada data dan fakta, melalui cara yang telah diatur dalam perundang-undangan yang berlaku,” ucapnya.

Prananda juga meminta pada kader untuk tetap memegang teguh ajaran dari Presiden pertama Indonesia, Soekarno, yaitu Pancasila yang dilahirkan pada 1 Juni 1945.

“Selalu memilih jalan musyawarah untuk mufakat dalam setiap penyelesaian persoalan, jadilah banteng penjaga persatuan dan kesatuan bangsa,” ungkapnya.

Surat terbuka tersebut dikeluarkan Prananda setelah Minggu ini terjadi aksi penggerudukan massa pada PDIP ke kantor Radar Bogor pada hari Rabu (30/5/2018) sore. Kader PDIP mendatangi kantor harian lokal tersebut akibat headline ‘Ongkang-ongkang Kaki Dapat Rp112 Juta’ yang telah terbit pada edisi hari tersebut. Di saat itu mereka marah-marah juga memberikan cacian, mengintimidasi, merusak alat-alat kantor, bahkan juga disebutkan ada yang telah memukul seorang staf. Tetapi pihak PDIP membantah terjadinya pemukulan.

SIMAK JUGA Berita Harian Lainnya
Hasil Pertemuan SBY-JK Terungkap, Ini Cerita Romi!!
Fahri Memprotes Polisi, Polisi Bawa Senjata Ke Unri!
Jokowi Melakukan Pertemuan Amien di Jogja, Ini Alasannya

 

Saat kejadian tersebut, mediasi berlangsung dari kedua belah pihak dan telah menyepakati beberapa hal. Pihak Radar Bogor bersedia untuk mengoreksi berita dan juga menerbitkan permintaan dari kader PDIP.

Tak cukup hanya dengan kedatangan pada hari Rabu, dan juga pada hari Jumat (1/6/2018) kemarin, beberapa kader serta simpatisan PDIP mendatangi lagi kantor Radar Bogor. Kehadiran mereka itu guna untuk melakukan audiensi tersebut didampingi oleh anggota DPR dari Fraksi PDIP, Rieke Diah Pitaloka.

Atas aksi dari massa PDIP tersebut, pada hari Sabtu (2/6/2018) siang beberapa wartawan dari berbagai media melakukan aksi solidaritas untuk memberikan respon tindak kekerasan yang telah dilakukan oleh kader Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) di kantor Radar Bogor. Mereka mendesak agar Polri segera mengusut kekerasan itu.

Massa mengadakan aksi di Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta, sekitar pukul 09.30 WIB. Para peserta aksi meletakkan kartu identitas pers mereka di sebuah bendera, sebagai tanda dari solidaritas.

Forum Pekerja Media mendorong agar pimpinan dari PDIP untuk membuka suara pada kader dan simpatisannya berhenti melakukan penggerudukan. Selain hal tersebut, mereka pun mendesak supaya kader yang telah terbukti melakukan pelanggaran hukum tersebut harus diberikan sanksi paling berat.

Massa aksi pun telah mengecam keras pernyataan dari anggota DPR RI Fraksi PDIP Bambang Wuryanto yang telah mengatakan, “kalau di Jawa Tengah itu kantor (Radar Bogor) sudah rata dengan tanah”. Pernyataan itu dinilai berlawanan dengan nilai demokrasi dan juga kebebasan pers.

Karena tindakan dari kader PDIP tidak sesuai dengan nilai demokrasi dan juga kebebasan pers, maka permintaan putra Megawati itu pun terlantur agar kader PDIP tetap tenang.

Sumber : Indoharian | Berita Harian Indonesia Terbaru dan Terupdate

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *