banner 468x60

Baru Jadi Gubernur DKI, Anies Baswen Diminta Tak Bermain Isu Sara

 NEWS, POLITIK
banner 468x60

Anies Baswen Diminta Tak Bermain Isu Sara

Alam dan Entertainment News ,Berita Dunia Terbaru ,Berita hari ini ,Berita Indonesia Terbaru ,Berita Terkini ,berita terupdate Foto ,Indoharian kesehatan ,Politik ,Terupdate serta Analisis dari INDOHARIAN.com ,Ulasan Teknologi ,Video

Baru Jadi Gubernur DKI, Anies Baswen Diminta Tak Bermain Isu Sara

IndoHarian – Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia yakni Burhanuddin Muhtadi kembali mengingatkan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan untuk Tak Bermain Isu Sara .
Anies diharapkan untuk bisa meredakan suasana dengan melakukan rekonsiliasi warga DKI yang terbelah pasca-Pilkada yang lalu.

Hal tersebut langsung disampaikan Burhanudin menyikapi pidato Anies yang sudah menyinggung kata “pribumi” sesudah resmi menjabat Gubernur DKI. Pernyataan Anies itu menuai polemik.

Burhanuddin menilai, sebagai seorang yang bergelar Phd bilang politik, Anies secara sadar menyelipkan kata pribumi di dalam pidato berdurasi 22 menitnya.

Ia juga menduga, Anies tengah mengirim pesan kepada kelompok pemilih tertentu. Hal tersebut, kata dia, ada kaitannya dengan pemilu pada presiden 2019.

Pasalnya, dalam pidatonya, Anies sempat mengutip pribahasa lokal dari berbagai daerah seperti contoh Minahasa, Madura, Batak. Ia menilai, Anies tak sedang berbicara terkait pelantikan Gubernur DKI.

“Menurut saya, Anies kala itu sedang menyapa Indonesia,” ucap Burhanuddin dalam wawancara dengan Metro TV.

bila membaca rangkaian dari kalimat yang sudah diucapkan Anies, Burhanuddin menganggap, ucap “pribumi” tak hanya untuk menggambarkan sejarah masa lalu seperti yang sudah dijelaskan Anies.

“sesudah kata-kata ‘rakyat pribumi yang dulu dikalahkan dan ditindas’, sesudah kata-kata itu langsung ada pernyataan ‘kini saatnya setelah kita merdeka, kita menjadi tuan rumah di negeri sendiri’. Terus lalu diikuti dengan kutipan terhadap peribahasa Madura yang kira-kira yang disampaikan adalah ibarat seekor itik yang bertelur, ayam yang mengerami,” ucap dia.

“Ibarat kita yang sudah bekerja keras orang lain yang menikmati. Jadi jika kita baca satu rangkaian itu, setidaknya kalimat terakhir yang mengikuti kata pribumi itu sangat jelas menunjuk pada konteks sekarang,” ucap Burhanuddin.

Burhanuddin menganggap bagus jika kata pribumi itu satu narasi dengan apa telah disampaikan Anies tentang keberpihakan dan juga keadilan.

Narasi terkait keadilan, kesenjangan yang musti diperangi, kata dia, adalah isu yang baik untuk diekploitasi.

Isu pribumi dan nonpribumi, tambah dia, memang harus diselesaikan dari akarnya, yakni ketidakadilan sosial. Hal itu menjadi bagian yang harus dikirimkan kepada pemerintah.

tapi kenyataannya, kata dia, kata pribumi lalu dikaitkan banyak orang dengan spanduk di depan Balai Kota yang isinya terpilihnya Anies yakni menjadi kebangkitan pribumi Muslim.

“Jadi ada sebuah narasi besar yang sudah dibangun dengan mendasarkan diri pada ras. Nah, ini yang saya terus terang menolaknya sebab bagaimana pun istilah pribumi itu warisan dari politik kolonial yang sudah membagi lokal waktu itu menjadi tiga kategori. Eropa, lalu timur asing, di dalamnya Cina, Arab, India, lalu ada inlander pribumi,” ucap Burhanuddin.

“Dari sisi pembagian saja sudah sangat rasis. Kalau kemudian itu direproduksi untuk kepentingan elektoral, yang berbahaya yakni adalah kebangsaan kita, kemajemukan kita,” ucap dia.

SIMAK JUGA Berita Harian Lainnya
Sungguh Merakyat, Jokowi Nyanyi di Bandung Bersama Pengamen Jalanan
Begini Penjelasan Anies Soal Pidatonya Yang Menyinggung Pribumi
WTF!!! Terkait Kata Pribumi, Begini Kata Bang Anies

Burhanuddin menilai, sah saja jika Anies memang ingin maju Pilpres 2019. Presiden Joko Widodo juga pun pernah melakukan hal yang sama saat menjadi Gubernur DKI.

Ia menduga, Anies sudah berhitung sebelum menyinggung soal pribumi. Mereka yang meributkan pidato Anies tersebut, ucap dia, bukan pendukung Anies-Sandiaga Uno di Pilkada lalu.

“Tapi secara moral kita musti akui itu bahaya. Jadi terlalu bahaya buat kita mengambil risiko dengan cara menaikan sebuah elektabilitas semata-semata dengan menggunakan istilah yang secara problematik bisa memunculkan perpecahan. Jadi saran saya stop di situ dan Tak Bermain Isu Sara ,” tegasnya.

saat beliau sudah menjabat seharusnya isu agama, isu SARA, dan juga isu politik identitas selesai dibilik suara. Yang terjadi justru masih muncul menjadi sebuah kartu yang kemungkinan dapat dieksploitasi untuk kepentingan yang telah lebih panjang. Nah, ini yang membahayakan jika kita bermain-main dengan isu politik identitas,” tutur Burhanuddin. Baru Jadi Gubernur DKI, Anies Baswen Diminta Tak Bermain Isu Sara

Sumber : Indoharian | Berita Harian Indonesia Terbaru dan Terupdate

Related Search

banner 468x60

Related Posts

Leave a Reply