Di Inggris Bocah Dicuci Otak, Diajarkan Memenggal Kepala dan Gunakan Pisau

Sangat Mengerikan!!! Bocah Dicuci Otak Harus Melihat Video Pemenggalan Kepala

Berita Harian Indonesia Terbaru dan Terupdate, Politik, Berita Dunia Terbaru, Foto, Video, Ulasan Teknologi, Kesehatan, Alam dan Entertainment News

Sangat Mengerikan!!! Bocah Dicuci Otak Harus Melihat Video Pemenggalan Kepala

 

IndoHarian – Sejumlah bocah dicuci otak, antara lain dengan dipaksa untuk tidak berteman dengan anak non-Muslim, dan diharuskan menontonkan video pemenggalan kepala oleh komplotanyang menamakan diri Negara Islam (ISIS).

Hal ini dilakukan oleh seorang pria dari Leicester, Inggris, kepada setidaknya ada dua anak di Inggris, seperti terungkap dalam sidang pengadilan.

Lelaki tersebut, Zameer Gumra, seorang apoteker berusia 38 tahun, juga diduga mengajari dua anak tersebut tentang bagaimana berkelahi dengan menggunakan senjata tajam atau pisau, dan cara penyelamatan diri dari serangan bom.

Di hadapan para juri dia menuturkan bahwa kedua bocah tersebut diarahkan untuk membuat ‘tuduhan palsu.’

Ghumra dituduh menyebar-luaskan ‘propaganda teroris’ dalam bentuk status Twitter yang menampakkan gambar kekerasan di telepon genggamnya, antara bulan Januari tahun 2013 dan bulan September 2014.

Saat mengajukan dakwaan, jaksa Simon Davis menyebut bahwa Ghumra, yang konon sudah mendirikan sebuah sekolah agama, mencoba untuk ‘meradikalisasi’ dan ‘mengindoktrinasi’ anak – anak itu, menyuruh mereka untuk tidak berteman dengan anak – anak non-Muslim.

“Dia memperlihatkan video pelatihan ISIS kepada mereka, antara lain rekaman video tentang bagaimana cara memenggal orang,” ucap  Davis kepada dewan juri.

SIMAK JUGA Berita Harian Lainnya
Periksa Setnov, IDI Bentuk Tim Khusus
Main Hakim Sendiri, 18 Sopir Diseret KePolresta Cirebon
Gatot Bantah Jika Dirinya Sudah DiMaki Jokowi

Disebutkan, seorang anak bertanya bagaimana orang dapat melakukan sesuatu yang sangat ‘menjijikkan dan mengerikan’.

Menurut jaksa, Ghumra menjawab pertanyaan dari bocah dicuci otak, “Jika Anda sepenuhnya beriman kepada Allah, Anda bisa melakukannya.”

Davis mengatakan pula bahwa terdakwa mengatakan kepada bocah-bocah itu, “Anda harus membujuk orang lain untuk bisa bergabung dengan ISIS jika Anda masih ingin tinggal di Inggris.”

Dia menambahkan Ghumra menyampaikan kepada seorang pelanggan apoteknya bahwa ISIS bukan orang-orang jahat, dan bahwa ‘mereka hanya untuk membela diri mereka sendiri.’

Jaksa mengatakan bahwa komputer yang disita usai penangkapan Ghumra pada September 2015 menunjukkan 1.600 jumlah pencarian untuk istilah seperti ‘pisau untuk bertahan hidup’.

Namun, baik telepon yang berisi rekaman video pemenggalan kepala atau video tersebut sendiri tidak ditemukan.

Persidangan dijadwalkan berlangsung selama tujuh hari, akan menghadirkan kedua  bocah dicuci otak tersebut.

Sumber : Indoharian | Berita Harian Indonesia Terbaru dan Terupdate

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *