banner 468x60

Dinilai Menimbulkan Perpecahan, Anies Diminta Berhati-hati Berbicara

 NEWS, POLITIK
banner 468x60

Anies Diminta Berhati-hati Berbicara Karena Sudah Menyinggung Soal Pribumi

Alam dan Entertainment News ,Berita Dunia Terbaru ,Berita hari ini ,Berita Indonesia Terbaru ,Berita Terkini ,berita terupdate Foto ,Indoharian kesehatan ,Politik ,Terupdate serta Analisis dari INDOHARIAN.com ,Ulasan Teknologi ,Video

Indoharian – Dinilai Menimbulkan Perpecahan, Anies Diminta Berhati-hati Berbicara

 

Indoharian, JAKARTA — Charles Honoris yang merupakan mantan bendahara tim sukses dari Ahok-Djarot dalam Pilgub DKI Jakarta tahun 2017, telah meminta Gubernur DKI Jakarta Anies diminta berhati-hati berbicara.

Hal tersebut karena menjawab pernyataan dari Anies saat pidato perdananya yang telah menyinggung soal pribumi.

“Karena menurut saya memang sebaiknya sbg gubernur, apalagi sesudah melewati sebuah pilkada yg menimbulkan perpecahan, Lebih baik Pak Anies diminta berhati-hati berbicara,” ucap Charles kepada wartawan saat di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (19/10/2017).

Politikus PDI Perjuangan ini pun menyayangkan ucapan tsbt yang berujung kontroversi.

“Saya pun berharap kedepannya pak Anies lebih bijak. Sehingga tak ada lagi kontroversi yg dapat menyulut perpecahan di dalam negeri,” ucapnya.

Telah diberitakan sebelumnya, kata “pribumi” di pidato perdana Anies telah menuai pro dan kontra dikalangan publik dan medsos.

Namun keesokan harinya, Selasa (17/10/2017), Anies pun menjelaskan, kata “pribumi” yg disampaikannya dalam pidato politiknya itu terkait dalam masa penjajahan Belanda di Indonesia, termasuk di Jakarta. Dia tak merujuk penggunaan kata itu di era sekarang.

“Oh, mengenai istilah itu (pribumi) digunakan hanya untuk konteks pada era penjajahan lantaran saya menulisnya juga pada era penjajahan dulu,” ucap Anies.

Anies juga mengatakan, Jakarta merupakan kota yg paling merasakan penjajahan Belanda di Indonesia. Karena menurut dia, warga Jakarta-lah yg merasakan dan melihat penjajahan itu di depan mata.

SIMAK JUGA Berita Harian Lainnya
Tekat Bulat dan Ambisi Prabowo yang Tak Pernah Padam
Kronologi Pengendara Wanita Bugil Tabrak Tiga Kendaraan
Anies Capres 2019 Ini Niat Sesungguhnya, Gubernur DKI Langkah Awalnya?

 

Sumarsono selaku Direktur Jenderal Otonomi Daerah Kementerian Dalam Negeri pun telah mengingatkan, terdapat Undang-undang dan Instruksi Presiden yg melarang penggunaan kata “pribumi” dan “keturunan”.

Sumarsono pun mengatakan, aturan tersebut hanya untuk semua warga dan pejabat negara.

“Semua pejabat negara dan kita warga bangsa, jangan memakai istilah pribumi, itu UU No 40 tahun 2008 tentang Penghapusan Diskriminasi Ras Dan Etnis,” ucap Sumarsono.

Selain UU itu, hal ini pun diatur dalam Instruksi Presiden Nomor 26 tahun 1998 tentang Menghentikan Penggunaan kata Pribumi dan Non-pribumi dalam Semua Perumusan dan Penyelenggaraan Kebijakan, Perencanaan Program, ataupun Pelaksanaan Kegiatan Penyelenggaraan Pemerintahan.

Karena menurutnya, penggunaan kata pribumi dan non-pribumi itu dapat digantikan dengan kata Warga Negara Indonesia.

Ketika ditanyai soal adanya aturan yg melarang penggunaan kata pribumi dan non-pribumi, Anies pun hanya menjawab, “Sudah cukup ya.”

Organisasi sayap PDI-P, Banteng Muda Indonesia (BMI), telah melaporkan Anies Baswedan ke polisi dalam terkait pidatonya yg sudah mengandung kata-kata pribumi.

Awal mulanya BMI datang ke Polda Metro Jaya hanya untuk membuat laporan pada hari Selasa. Tetapi, laporan tersebut tidak diterima. Polda Metro Jaya pun mengarahkan BMI untuk membuat laporannya di Bareskrim Mabes Polri.

Mengenai Anies diminta berhati-hati berbicara. Pada Selasa malam, BMI akhirnya pun melaporkan Anies ke Bareskrim Polri di Gambir, Jakarta Pusat.

Sumber : Indoharian | Berita Harian Indonesia Terbaru dan Terupdate

Related Search

banner 468x60

Related Posts

Leave a Reply