sakuratoto

Empat Dusun Anti Rentenir yang Ditakuti Lintah Darat

 NEWS
Iklan Ads

Empat Dusun di Yogyakarta yang Mendeklarasikan Diri Anti Rentenir

Berita Harian Indonesia Terbaru dan Terupdate, Politik, Berita Dunia Terbaru, Foto, Video, Ulasan Teknologi, Kesehatan, Alam dan Entertainment News

Empat Dusun di Yogyakarta yang Mendeklarasikan Diri Anti Rentenir

 

IndoHarian – Rentenir atau kerap disebut lintah darat mudah ditemui di berbagai lokasi, dari pasar sampai kampung. Tetapi mereka tidak akan muncul di wilayah Dusun Jatikuning, Desa Ngoro-Oro, Kecamatan Patuk, Gunungkidul, Yogyakarta. Dusun tersebut merupakan satu dari empat dusun di Kecamatan Patuk yang mendeklarasikan diri anti rentenir. Ketika masuk ke wilayah Dusun Jatikuning, siapa pun akan disambut sebuah papan dengan terdapat tulisan berwarna merah “Selamat Datang di Dusun Jatikuning, Dusun Anti-Rentenir”.

Kalimat tersebut dituliskan di atas papan persegi berukuran 1 meter yang dipasang di tembok. Papan dipasang pada tanggal 14 Maret 2014. Dalam papan tersebut terdapat 3 tandatangan pejabat tingkat kecamatan hingga dusun.

Kepala Dusun Jatikuning, Munawar, menuturkan, saat itu, komitmen ini dimulai atas keprihatinan maraknya kasus rentenir di dusun lain. Usai itu, pihaknya melakukan pertemuan dengan warga, dan pihak kecamatan. Mereka lalu sepakat bahwa memasang plakat yg memuat tulisan anti-rentenir.

Selain itu, Dusun Jatikuning dipilih sebagai dusun contoh lantaran lokasinya yang dinilai cukup strategis sebagai pintu masuk ke dusun lain di Desa Ngoro-Oro.

Dengan dipasangnya papan tersebut, para rentenir yang mau masuk ke Desa Ngoro-Oro diharapkan berpikir untuk dua kali.

“Dusun kami berada di pintu masuk desa sehingga cukup strategis untuk menangkal masuknya rentenir ke Desa Ngoro-oro,” ucapnya saat ditemui di Balai Dusun, pada hari Kamis (7/8/2017).

Papan ini dinilai berhasil menangkal para kehadiran rentenir atau bank plecit dalam istilah Jawa yang mempunyai arti mengejar-ngejar nasabah utk membayar.

 

SIMAK JUGA Berita Harian Lainnya
Kejadian Unik dan Menakjubkan di Masjidil Haram Usai Puncak Haji
Saat Alissa Wahid Diejek Anak si Buta, Begini Responnya!
Kisah Pilu Kakek Pencuri Ikan Bandeng Hanya Senilai Rp 200

 

Munawar bercerita, selama beberapa tahun terakhir, tidak ada laporan mengenai jeratan rentenir.

Untuk menyiasati warga yang mau meminjam uang, koperasi simpan pinjam didirikan di tingkat desa. Di tingkat RT juga ada lembaga simpan pinjam layaknya seperti koperasi.

Dusun ini memiliki jumlah penduduk 765 jiwa yang tersebar di 6 RT dan 2 RW. 6 RT tersebut setiap selapanan atau 35 hari sekali mengelar pertemuan secara rutin.

“Jika warga memerlukan bantuan modal, untuk jumlah kecil bisa meminjam dari RT. Tetapi jika warga ingin melakukan pinjaman yang cukup lebih besar maka disarankan untuk ke koperasi desa, atau bank yang resmi,” ucapnya..

Camat Patuk, Haryo Ambar Suwardi, menuturkan, sejak 2014, pemerintah Kecamatan Patuk memang sudah memberikan perhatian serius terhadap praktik rentenir. Sampai kini, program tersebut sudah berjalan di empat dusun, yaitu Dusun Jatikuning Desa Ngoro-Oro, Dusun Ngembes, Dusun Pengkok Desa Pengkok, dan Dusun Sumber Tetes Desa Patuk.

Pendeklarasian dusun anti rentenir ini diharapkan menangkal pengaruh buruk. Sebab, tidak jarang warga harus menjual aneka benda miliknya hanya untuk membayar utang.

“Kami terus mengembangkan koperasi tingkat desa, di samping itu mendorong bank resmi untuk dapat memberikan kemudahan kredit pada masyarakat,” tuturnya.

Direktur Bank Dagang Gunungkidul (BDG), Suci Sulistyawati, menuturkan, sebagai bank milik pemerintah daerah, pihaknya telah berupaya memberikan kemudahan kredit kepada masyarakat. Hal tersebut sebagai salah satu upaya menekan kasus rentenir. Salah satunya dengan bunga kecil di bawah 0,85 persen.

“Kami sudah berupaya, tetapi memang untuk sama dengan rentenir dgn pinjaman tanpa agunan dan angsur dibayar, kami tidak dapat seperti itu. Sebab, kami juga ada aturan main yg diawasi oleh OJK (Otoritas Jasa Keuangan),” ucapnya.

Selain itu, pihaknya membuat program menabung bagi masyarakat khususnya pada pedagang yang diambil langsung ke lokasi.

“Dengan menabung dapat diambil saat kekurangan modal atau membutuhkan uang. Kami memiliki nasabah puluhan hingga ratusan pedagang seperti di taman kuliner setiap malam kami mengambil uang tabungan pedagang,” ucapnya. Empat Dusun Anti Rentenir yang Ditakuti Lintah Darat.

Sumber : Indoharian | Berita Harian Indonesia Terbaru dan Terupdate

totokita3

Related Posts

Leave a Reply