sakuratoto

Harapan Rektor IPB Tentang Radikalisme

 NEWS
Iklan Ads

Harapan Rektor IPB Dalam Bekerja Sama Dengan Sejumlah Instansi untuk Mencegah Radikalisme

Alam dan Entertainment News, Berita Dunia Terbaru, Berita hari ini, Berita Indonesia Terbaru, Berita Terkini, berita terupdate, Foto, Indoharian, kesehatan, Politik, Terupdate serta Analisis dari INDOHARIAN.com, Ulasan Teknologi, Video, news, kesehatan, teknologi, kriminal, wisata, olahraga, otomotif, aktor, aktris, kulinerAlam dan Entertainment News, Berita Dunia Terbaru, Berita hari ini, Berita Indonesia Terbaru, Berita Terkini, berita terupdate, Foto, Indoharian, kesehatan, Politik, Terupdate serta Analisis dari INDOHARIAN.com, Ulasan Teknologi, Video, news, kesehatan, teknologi, kriminal, wisata, olahraga, otomotif, aktor, aktris, kuliner

IndoharianHarapan Rektor IPB Tentang Radikalisme

 

Indoharian – Rektor Institut Pertanian Bogor (IPB) Arif Satria mengatakan bahwa pihaknya siap bekerja sama dengan sejumlah instansi, Harapan Rektor IPB dalam kerja sama itu adalah mencegah penyebaran radikalisme di kampus.

Walaupun begitu, Arif tak ingin pencegahan itu justru menimbulkan kegaduahn, Harapan Rektor IPB adalah agar kampus tetap di berikan peran untuk membina para mahasiswa dan dosen dengan dialogis bukan refresif.

“Kami terbuka untuk berkolaborasi dan kooperatif untuk menyelesaikan agenda bersama ini,” ungkap Arif.

Terkait dengan Harapan Rektor IPB yang ingin mencegah penyebaran radikalisme di kampus tersebut tentang pemerintah yang meminta semua nomor ponsel dan akun media sosial mahasiswa dan dosen di daftarkan, IPB tak mempersoalkannya.

Menurutnya, langkah tersebut adalah urusan dan kewenangan pemerintah bersama sejumlah instansi terkait.

Begitu juga soal adanya dorongan agar intelijen masuk ke kampus – kampus, bagi IPB apabila hal tersebut itu di lakukan setelah aturan yang berlaku maka tak jadi masalah.

Namun Arif berharap, dengan berbagai upaya pemerintah itu, pihak kampus tetap akan di libatkan dalam upaya mencegah penyebaran radikalisme di kampus.

Polri, Badan Intelijen Negara (BIN) atau Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BPNT) di harapkan tetap akan menggandeng kampus dalam upaya bersama tersebut.

“Kami akan melakukan tindak lanjut dengan cara kami. Saya yakin dengan hubungan baik dengan BIN, BNPT, masalah ini bisa terselesaikan tanpa menimbulkan kegaduhan,” ungkapnya.

Sebelumnya, Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir mengatakan bahwa pihaknya sudah meminta para rektor untuk mendata akun media sosial mahasiswa yang berada di perguruan tinggi.

SIMAK JUGA Berita Harian Lainnya
Inikah Pembuktian Politik Koboi Trump??
Maju Sebagai Capres, Amien Memiliki Maksud Tertentu
Hari Besar AS dan Korut! Pertemuan Bersejarah Kim-Trump Dilaksanakan

 

Hal tersebut bertujuan untuk memantau jejak digital mahasiswa, bahkan nantinya pengawasan itu akan melibatkan BNPT dan juga BIN.

Perguruan tinggi di sorot setelah terungkap aktivitas dugaan terorisme di Universitas Riau.

Densus 88 Antiteror Polri meringkus terduga teroris yang berinisial MNZ (33) di dalam area Universitas Riau, dekat Gedung Fisipol, Kampar Riau.

Diamankan juga barang bukti berupa dua bom pipa besi, bahan peledak jenis TATP siap pakai, bahan peledak lain yakni pupuk KN03, sulfue, gula dan arang.

Selain itu. tim Densus 88 juga menemukan dua busur panah dan delapan anak panah, ada pula satu pucuk senapan angin dan satu buah granat tangan rakitan.

Penangkapan MNZ merupakan pengembangan atas keterangan dua orang terduga teroris yang di ringkus sebelumnya, yakni berinisial RB alias D dan OS alias K.

Keduanya juga merupakan mantan mahasiswa di universitas yang sama dengan pelaku, MNZ memiliki kemampuan untuk merakit bom TATP, ia juga membagi keahliannya tersebut di tautan grup yang berada di media sosial Telegram, Harapan Rektor IPB itu guna untuk mencegah radikalisme.

Sumber : Indoharian | Berita Harian Indonesia Terbaru dan Terupdate

totokita3

Related Posts

Leave a Reply