Jokowi Menikam Prabowo, Saat Bertemu Banyak Pengusaha

Jokowi Menikam Prabowo, Dan Meminta Pengusaha Tidak Pilih Pemimpin Yang Coba-coba

Alam dan Entertainment News, Berita Dunia Terbaru, Berita hari ini, Berita Indonesia Terbaru, Berita Terkini, berita terupdate, Foto, Indoharian, kesehatan, Politik, Terupdate serta Analisis dari INDOHARIAN.com, Ulasan Teknologi, Video, news, kesehatan, teknologi, kriminal, wisata, olahraga, otomotif, aktor, aktris, kuliner

IndoharianJokowi Menikam Prabowo, Saat Bertemu Banyak Pengusaha

 

IndoharianJokowi Menikam Prabowo Calon presiden nomor urut 01 dalam Pilpres 2019 Joko Widodo (Jokowi) kembali menikam pengalaman untuk memimpin sebuah pemerintahan. Jokowi mengaku beruntung mendapat pengalaman memimpin, mulai dari Walikota, Gubernur, hingga Presiden.

“Pengalaman itu memberikan keuntungan kepada saya dalam mengelola, menakhodai kapal besar negara kita, Negara Kesatuan Republik Indonesia,” kata Jokowi dalam sambutan acara deklarasi dukungan 10.000 pengusaha di Istora, Senayan, Jakarta, Kamis (21/3).

Jokowi lantas mengenang karier memimpin wilayah yang diawali sebagai Walikota Solo, Jawa Tengah. Menurut Jokowi, sebagai orang dengan latar belakang pengusaha, dirinya memerlukan waktu 2 tahun untuk beradaptasi memimpin pemerintahan.

“Tidak mudah jangan dipikir gampang. Dari pengusaha masuk ke dunia pemerintahan, dunia politik berbeda total, itu baru pada posisi di Walikota,” kata pria yang juga pernah menjabat Gubernur DKI Jakarta tersebut.

SIMAK JUGA Berita Harian Lainnya
Bima Arya Memberikan Jempol Kepada Masyarakat Bogor, Ada Apa?
Mobil Dinas Bupati Pandeglang Seharga Milliaran!!!
Sandiaga Tak Mengantongi Izin, Kampanye Hitam Dimulai

Jokowi mengaku tak tahu berapa waktu yang digunakan untuk beradaptasi bila tak memiliki pengalaman menjadi Walikota, Gubernur ketika menjadi Presiden. Oleh karena itu, ia mengajak untuk tidak memberikan kepemimpinan kepada pihak yang tak memiliki pengalaman.

“Artinya apa, jangan diberikan yang masih coba-coba, gitu loh. Setuju enggak?” kata Jokowi

“Setuju,” jawab peserta yang hadir.

“Itu yang saya maksud. Saya ngomong apa adanya,” kata Jokowi.

Jokowi pada Pilpres 2019 ini membawa Ketua MUI yang juga mantan Rais Aam PBNU Ma’ruf Amin sebagai calon wakil presiden. Pasangan Jokowi-Ma’ruf melawan pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Jokowi Menikam Prabowo.

Prabowo diketahui tak memiliki pengalaman memimpin pemerintahan. Setelah karier militernya habis dengan jabatan terakhir sebagai Panglima Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat pada 1998 silam, Prabowo menjadi pengusaha lalu mendirikan partai politik Gerindra. Sementara Sandiaga berlatar pengusaha memiliki pengalaman sebagai Wakil Gubernur DKI Jakarta yang hanya menjabat sekitar satu tahun.

Sebelumnya, di sela kegiatan deklarasi pengusaha tersebut, Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Rosan Roeslani mengaku terbawa perasaan alias baper lantaran berbeda pilihan dengan rekannya, Sandiaga Uno dalam Pilpres 2019.

“Dalam satu proses baper itu biasa. Namanya juga manusia, baper itu biasa. Kalau enggak ada baper-baperan itu bohong,” kata Rosan.

Namun Rosan mempercayai perasaan tersebut akan hilang usai pelaksanaan pilpres pada 17 April mendatang. Wakil Ketua Tim Kampanye Jokowi-Ma’ruf ini menilai, hal itu wajar terjadi dalam suatu kontestasi politik.

“Kita tahu ujungnya setelah tanggal 17 April 2019 peluk-pelukan lagi. Gitu aja, kalau baper sih pastilah,” katanya.

Sementara itu tokoh pengusaha Sofjan Wanandi meminta agar perbedaan pilihan itu tak menimbulkan permusuhan di kalangan para pengusaha. Ia juga meminta agar masing-masing pihak tak memaksakan pilihannya.

“Pengusaha itu mau milih 01 atau 02 terserah mereka. Kita juga tidak ada sama sekali memengaruhi, kita hanya ingin beri jaminan sebagai warga negara untuk memilih masa depannya sendiri,” kata Sofyan.

Ketua Tim Ahli Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) ini juga tak mempermasalahkan perbedaan dukungan keponakan JK, Erwin Aksa, yang mendukung Prabowo-Sandi. Sementara JK diketahui menjadi ketua dewan pengarah tim kampanye calon petahana.

“Pak Erwin itu teman baik saya, junior saya. Jadi jangan sampai perbedaan itu sampai menimbulkan rasa enggak senang gitu. Sandi itu juga partneran dengan Erick, tapi enggak apa-apa, dia percaya yang dia pilih itu lebih baik, kita juga pilih 01,” katanya.

Sebelum deklarasi, Koordinator Pengusaha Pekerja Pro Jokowi (Kerjo) Hariyadi Sukamdani mengatakan ada lima hal yang disampaikan mereka. Pertama, soal kepemimpinan Jokowi yang dinilai penting dilanjutkan untuk menjaga stabilitas politik dan kelangsungan kebijakan ekonomi politik Indonesia.

Jokowi Menikam Prabowo, Presiden Jokowi juga diyakini telah memperlihatkan sikapnya sebagai pemimpin yang demokratis, tidak otoriter, dan bersedia mendengarkan aspirasi dunia usaha,” kata Hariyadi dalam konferensi pers di Istora Senayan sebelum kegiatan deklarasi.
Sumber : Indoharian | Berita Harian Indonesia Terbaru dan Terupdate

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *