Kasihan! Ditinggal Moderat, Ini Dilema Prabowo Dirangkul 212

Dilema Prabowo Dirangkul 212, Ditinggal Moderat, Prabowo: Takbir! Takbir! Takbir! Merdeka! Merdeka! Merdeka

Alam dan Entertainment News, Berita Dunia Terbaru, Berita hari ini, Berita Indonesia Terbaru, Berita Terkini, berita terupdate, Foto, Indoharian, kesehatan, Politik, Terupdate serta Analisis dari INDOHARIAN.com, Ulasan Teknologi, Video, news, kesehatan, teknologi, kriminal, wisata, olahraga, otomotif, aktor, aktris, kuliner Alam dan Entertainment News, Berita Dunia Terbaru, Berita hari ini, Berita Indonesia Terbaru, Berita Terkini, berita terupdate, Foto, Indoharian, kesehatan, Politik, Terupdate serta Analisis dari INDOHARIAN.com, Ulasan Teknologi, Video, news, kesehatan, teknologi, kriminal, wisata, olahraga, otomotif, aktor, aktris, kulinerAlam dan Entertainment News, Berita Dunia Terbaru, Berita hari ini, Berita Indonesia Terbaru, Berita Terkini, berita terupdate, Foto, Indoharian, kesehatan, Politik, Terupdate serta Analisis dari INDOHARIAN.com, Ulasan Teknologi, Video, news, kesehatan, teknologi, kriminal, wisata, olahraga, otomotif, aktor, aktris, kuliner Alam dan Entertainment News, Berita Dunia Terbaru, Berita hari ini, Berita Indonesia Terbaru, Berita Terkini, berita terupdate, Foto, Indoharian, kesehatan, Politik, Terupdate serta Analisis dari INDOHARIAN.com, Ulasan Teknologi, Video, news, kesehatan, teknologi, kriminal, wisata, olahraga, otomotif, aktor, aktris, kuliner

Indoharian – Kasihan! Ditingga Moderat, Ini Dilema Prabowo Dirangkul 212

 

Indoharian – Calon presiden dari nomor urut 02 yang Prabowo Subianto dikatakan tidak berjarak bersama dengan kelompok dari alumni 212. Lesan tersebut dimulai saat Ijtimak Ulama I di dalam gagasan dalam Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) Ulama. hasil dari Ijtima mengatakan alumni 212 dan juga sejumlah ormas di dalam agama Islam mengatakan dukungannya kepada seorang dilema Prabowo dirangkul 212.

Waktu itu, Ijtima juga menyarankan seorang Prabowo untuk menggandeng Ketua Dewan Syuro PKS Salim Segaf Aljuffri atau Ustaz Abdul Somad.

Prabowo, mengatakan terima kasih banyak atas dukungan itu. Namun, dirinya lebih memilih Sandiaga Uno sebagai pendampingnya mengarungi Pilpres 2019.

GNPF Ulama kemudian menggelar Ijtimak Ulama II. Mufakat yang dihasilkan bisa ditebak. Mereka mendukung seorang Prabowo-Sandiaga di dalam Pilpres 2019 dengan 17 poin yang harus dipegang teguh. Salah satunya adalah untuk memulangkan Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab jika menjadi pemenang pilpres. Prabowo pun setuju.

SIMAK JUGA Berita Harian Lainnya
DITUDUH!! Akhirnya Gerindra Bantah Kampanye Terselubung
Prabowo Dituding TKN Jokowi Karena Kampanye Gunakan Agama, Ini Faktanya!
Sandiaga Kabur Ke Yogyakarta Saat Reuni 212, Ada Apa?

 

Hal tersebut juga yang menunjukkan kedekatan seorang Prabowo dengan alumni 212 dapat terlihat dalam struktur Badan Pemenangan Nasional (BPN) atau tim kampanye Prabowo-Sandiaga. Di dalam struktur tim tersebut juga terlibat sejumlah nama petinggi alumni 212.

Katakan saja Ketua Persaudaraan Alumni 212 Slamet Maarif didapuk sebagai wakil ketua BPN. Posisi yang sama diberikan kepada aktivis #2019GantiPresiden, Neno Warisman. Kemudian, Ketua GNPF Ulama Yusuf Muhammad Martak didaulat sebagai anggota dewan pengarah. Juga lainnya yang menjadi juru kampanye.

Termutakhir, kedekatan dan juga dilema Prabowo dirangkul 212 nampak jelas dalam momentum besar yang dihelat di Monumen Nasional, yakni pada Reuni 212 kedua pada Minggu kemarin (2/12). Prabowo hadir di sana.

Bak pahlawan, Prabowo dielu-elukan massa yang meneriakkan namanya. Mereka ingin melihat mantan Danjen Kopassus itu berbicara di atas panggung. Saat waktunya tiba, gemuruh sorak dan teriakan menyelimuti langit kawasan Monas.

dilema Prabowo dirangkul 212 “Takbir! Takbir! Takbir! Merdeka! Merdeka! Merdeka!” kata seorang Prabowo di hadapan massa Reuni 212.

Sumber : Indoharian | Berita Harian Indonesia Terbaru dan Terupdate

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *