sakuratoto

OTT Dipilkada Serentak 2018 Jangan Dilakukan Seperti di Film

 NEWS, POLITIK
Iklan Ads

OTT Dipilkada Serentak 2018, Jangan Dilakukan Seperti di Film

Alam dan Entertainment News, Berita Dunia Terbaru, Berita hari ini, Berita Indonesia Terbaru, Berita Terkini, berita terupdate, Foto, Indoharian, kesehatan, Politik, Terupdate serta Analisis dari INDOHARIAN.com, Ulasan Teknologi, Video

IndoharianOTT Dipilkada Serentak 2018 Jangan Dilakukan Seperti di Film

 

Indoharian – ‎KPK melakukan OTT Dipilkada untuk tak perlu menunjukan pernyataan yang akan menetapkan calon kepala daerah yang terindikasi melakukan korupsi seperti didalam film.

Direktur Eksekutif Perkumpulan Untuk Pemilu dan Demokrasi, Titi Anggraini‎ menerangkan, penegakan hukum itu jangan dipercepat dan jangan juga diperlambat, dimana jika sudah memiliki alat bukti yang cukup sebaiknya langsung diumumkan.

“Kalau belum ya tak usah seperti film, karena kita tidak bicara film ada trailer,” ujar Titi Anggraini.

Pengumuman tersangka korupsi seperti trailer yang akan menimbulkan sisi negatif kepada lembaga antirasuah.

Karena ada sejumlah pihak yang memandang KPK telah bermain politik.

“Ini supaya tidak ada spekulasi yang akhirnya malah KPK di bawa-bawa ke ranah politik, lakukanlah penegakan hukum sesuai prosedur, tidak usah pakai trailer atau teaser,” tutur Titi Anggraini.

SIMAK JUGA Berita Harian Lainnya
Lagi Viral!! Nasabah BRI Korban Skimming, Uangnya Raib
Begini Cerita Hakim Agung Artidjo Alkostar Yang di Takuti Para Koruptor
Beginilah Isi Dari 5 Harapan Korban First Travel

 

Meskipun begitu, Titi tetap menghargai KPK dalam menyelamatkan demokrasi kontrol yang seharusnya ada di partai politik pengusung calon-calon kepala daerah dalam kontestasi Pilkada serentak 2018.

“‎Terus terang kalau ketika KPK melakukan OTT Dipilkada terhadap calon kepala daerah, satu sisi ironis, satu sisi bilang Alhamdulilah karena publik akhirnya mendapatkan informasi siapa calon dan mereka terselamatkan dari memilih calon yang salah,” pungkas Titi.

Sebelumnya, Ketua KPK, Agus Rahardjo mengatakan terdapat sekitar 90 persen dari beberapa peserta pilkada yang ada saat ini akan menjadi tersangka di KPK.

“90 persen dari beberapa peserta ya. Bukan dari semua peserta pilkada. Hanya beberapa saja, seperti pertahanan atau yang anggota keluarganya ikut maju,” kata Agus Rahardjo.

Rahardjo tak menyebut berapa banyak total pasti calon kepala daerah yang akan menjadi tersangka di KPK.

Namun, Agus menguraikan, sebagian besar calon ikut bertarung di pulau Jawa dan Sumatera.

“Lebih banyak di Pilkada di Jawa dan Sumatera. Ada sebagian di Kalimantan,” ungkapnya.

Agus berharap nantinya, KPK dapat mengumumkan lebih awal status tersangka kepada para calon kepala daerah yang diduga tersangkut kasus korupsi.

Kalau bisa, kata Agus, sebelum pemilihan berlangsung.

KPK melakukan OTT Dipilkada supaya masyarakat mengerti kalau calon kepala daerah terkena kasus korupsi, sehingga, tidak perlu dipilih dan masyarakat tidak kecewa atas pilihannya nanti.

Sumber : Indoharian | Berita Harian Indonesia Terbaru dan Terupdate

totokita3

Related Posts

Leave a Reply