PDIP Soal Jokowi Curang: Presiden Mah Bebas, Kalian Bisa Apa?

PDIP Soal Jokowi Curang Dan Hasto Sangat Membatah Kalau Tidak Ada Kecurangan Dari Pihak Jokowi

Alam dan Entertainment News, Berita Dunia Terbaru, Berita hari ini, Berita Indonesia Terbaru, Berita Terkini, berita terupdate, Foto, Indoharian, kesehatan, Politik, Terupdate serta Analisis dari INDOHARIAN.com, Ulasan Teknologi, Video, news, kesehatan, teknologi, kriminal, wisata, olahraga, otomotif, aktor, aktris, kuliner

IndoharianPDIP Soal Jokowi Curang: Presiden Mah Bebas, Kalian Bisa Apa?

 

Indoharian – Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan PDIP soal Jokowi curang sangat meminta untuk partai PKB untuk tidak langsung mengeluarkan tuduhan masalah penggelembungan suara di daerah Surabaya, Jawa Timur, pada Pemilu 2019.

Sekjen (sekretaris jenderal) PDIP yang bernama Hasto Kristiyanto sangat mengklaim PDIP tidak akan mungkin mempermainkan suara untuk mengingat setiap partai dapat mengakses dokumen C1.

“Semua harus dibicarakan. Mari kita selesaikan bersama-sama. Kan, semua dokumen C1 sudah bisa kita lihat kembali. Masing-masing bisa mengajukan dokumen C1-nya,” kata Hasto di Kantor DPP PDIP soal Jokowi curang, Jakarta, pada hari Senin (22/4/2019).

Sebelum itu, PKB dan lima partai lain yaitu Gerindra, PKS, PAN, Hanura, dan juga PPP sudah melaporkan ada permainan suara di TPS kota Surabaya.

Ketua DPC PKB Surabaya, Musyafak Rouf menyebutkan praktik kecurangan tersebut tepatnya terjadi pada tingkat pemilihan legislatif tersebut di 35 persen dari total 8.146 Tempat Pemungutan Suara (TPS) di Kota Surabaya.

“Data kami sudah menunjukkan jika 35 persen dari form C1 salah hitung. Lalu ada 11 persen form C1 yang di bilang sangat tidak wajar,” ucap seorang Musyafak.

Musyafak juga menduga pihak yang sudah melakukan kecurangan adalah partai PDIP. Dari sisi lain Hasto meski sangat membantah melakukan kecurangan tersebut, membenarkan dari data PDIP sudah menemukan data yang dimasukkan KPU ke dalam sistem penghitungan pemilu berbeda dengan suara yang ada di dalam dokumen C1.

Dirinya menduga perbedaan tersebut salah satunya disebabkan dari kesalahan manusia itu sendiri. Dirinya menyebutkan petugas KPU yang sudah bertugas memasukkan data bisa melakukan kesalahan untuk mengingat proses memasukkan data berlangsung hingga malam hari.

 

SIMAK JUGA Berita Harian Lainnya
KPU Tuduh BPN Curang, Prabowo: Presiden Mu Yang Curang
Dahlan Iskan Temui Prabowo Untuk Menjatuhkan Jokowi
BPN Soal Prabowo Sinting Yang Di Sebutkan Oleh Istri Dari Andre Taulany Dan Akan Di Proses Secara Hukum

 

“Jadi proses-proses tersebut melakukan kesalahan aritmetik di situ bisa saja terjadi. Bisa juga ini sebuah ada unsur kesengajaan dari kecurangan kotak suara,” katanya.

Terkait dengan kesalahan tersebut, Hasto pun sudah mencontohkan perbedaan suara dari Gerindra di salah satu TPS di Sulawesi Selatan. Dirinya berkata suara Gerindra dalam hitungan KPU lebih tinggi dari C1.

“Ini kami tidak akan langsung menuding Gerindra itu curang, mempermainkan suara rakyat. Kami lihat ini kan bisa diluruskan di dalam rekapitulasi di atasnya. Jadi proses dari kesalahan aritmetik di situ bisa saja terjadi,” kata seorang Hasto.

Hasto sangat meminta kepada Bawaslu untuk melakukan kajian yang sangat dalam sebelum mengambil keputusan untuk tidak merugikan salah satu. Hal tersebtu menanggapi rekomendasi Bawaslu untuk KPU melakukan penghitungan dari suara ulang di kota Surabaya.

“Jangan sampai membuat pernyataan yang dapat merugikan salah satu, apalagi ada indikasi misalnya dengan salah satu pihak. Maka dengan segala sesuatunya harus cermat yang keluar dari institusi KPU ataupun Bawaslu tersebut,” kata seorang Hasto.

Ketua Bapilu PDIP yang bernama Bambang Dwi Hartono menyesalkan rekomendasi yang dikeluarkan oleh Bawaslu sendiri. Dirinya sangat menilai kalau Bawaslu sangat terkesan tidak percaya dengan kinerja panitia pengawas di setiap daerah TPS.

“Belum lagi bagaimana Panitia dari Pemungutan Suara dan juga Panitia Pemilihan Kecamatan telah bekerja keras siang malam. Jadi evaluasi mestinya buat dari Bawaslu sendiri,” kata seorang Bambang.

Lebih dari hal tersebut, Bambang sangat menegaskan kalau partai PDIP menunggu keputusan yang dikeluarkan oleh KPU terkait dengan rekomendasi yang dikeluarkan oleh Bawaslu.

PDIP soal Jokowi curang “Saya yakin kalau KPU pasti tahu persis kondisi di lapangan. Kita kembalikan kepada pembuat acara,” katanya.

Sumber : Indoharian | Berita Harian Indonesia Terbaru dan Terupdate

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *