sakuratoto

Persiapan Olimpiade Sesudah Pilpres, Indonesia Jadi Tuan Rumah Lagi?

 NEWS, POLITIK
Iklan Ads

Erick Thorir: Persiapan Olimpiade Sesudah Pilpres Harus Segera di Lakukan

Alam dan Entertainment News, Berita Dunia Terbaru, Berita hari ini, Berita Indonesia Terbaru, Berita Terkini, berita terupdate, Foto, Indoharian, kesehatan, Politik, Terupdate serta Analisis dari INDOHARIAN.com, Ulasan Teknologi, Video, news, kesehatan, teknologi, kriminal, wisata, olahraga, otomotif, aktor, aktris, kuliner Alam dan Entertainment News, Berita Dunia Terbaru, Berita hari ini, Berita Indonesia Terbaru, Berita Terkini, berita terupdate, Foto, Indoharian, kesehatan, Politik, Terupdate serta Analisis dari INDOHARIAN.com, Ulasan Teknologi, Video, news, kesehatan, teknologi, kriminal, wisata, olahraga, otomotif, aktor, aktris, kulinerAlam dan Entertainment News, Berita Dunia Terbaru, Berita hari ini, Berita Indonesia Terbaru, Berita Terkini, berita terupdate, Foto, Indoharian, kesehatan, Politik, Terupdate serta Analisis dari INDOHARIAN.com, Ulasan Teknologi, Video, news, kesehatan, teknologi, kriminal, wisata, olahraga, otomotif, aktor, aktris, kuliner Alam dan Entertainment News, Berita Dunia Terbaru, Berita hari ini, Berita Indonesia Terbaru, Berita Terkini, berita terupdate, Foto, Indoharian, kesehatan, Politik, Terupdate serta Analisis dari INDOHARIAN.com, Ulasan Teknologi, Video, news, kesehatan, teknologi, kriminal, wisata, olahraga, otomotif, aktor, aktris, kuliner

IndoharianPersiapan Olimpiade Sesudah Pilpres, Indonesia Jadi Tuan Rumah Lagi?

 

Indoharian – Ketua Panitia Penyelenggara Asian Games 2018 (Inasgoc) Erick Thohir mengatakan, Indonesia sedang melakukan Persiapan Olimpiade Sesudah Pilpres 2019. Menurutnya kisah sukses di Asian Games bisa dijadikan bahan pertimbangan untuk global.

Erick menjelaskan tentang persiapan untuk mewujudkan target tersebut yang bisa dimulai setelah pemilihan presiden (pilpres) pada April 2019. Itu termasuk lobi-lobi ke pihak terkait.

“Apakah kejadian atau tidak, itu nanti akan di pertimbangkan lagi. Tapi paling tidak, dengan adanya aset yang sudah kita miliki di Asian Games, bisa di jadikan bahan pertimbangan,” kata sosok yang juga menjabat sebagai Ketua Olimpiade Indoenesia (KOI) saat ditemui pada acara peluncuran buku Turbulensi Sport di Indonesia di press room Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Kamis (15/11).

Erick menerangkan, pada intinya semua stakeholder harus bersatu dan solid menyelesaikan tugas masing-masing secara maksimal. Tidak boleh ada yang saling menyalahkan.

Sejumlah negara lain, jelas dia, juga memiliki target serupa. Ia mencontohkan Korea Selatan-Korea Utara ingin menjadikan momen ini untuk bersatu dengan mencalonkan diri sebagai tuan rumah pada Olimpiade 2032 mendatang.

“Kita tidak boleh kalah, masa kita kalah terus sama Korea,” ujar Erick menegaskan.

Menurutnya, mengenai anggaran, dipersiapkan dengan matang. Jumlahnya empat kali lebih besar dari biaya operasional event sekelas Asian Games.

“Kalau nanti pemerintah 2030 atau 2029, tidak tau siapa presidennya nanti. Kalau tidak siap, ya jangan, karena nanti kita dipermalukan,” ujar bos Mahaka Media ini.

Erick mencontohkan kesuksesan Indonesia menyelenggarakan Asian Games 2018. Oleh sebab itu Persiapan Olimpiade Sesudah Pilpres.

“Penting sekali event-event seperti ini ada di Indonesia. Sebab kalau kita lihat kemarin Asian Games lebih dari sebuah event olahraga, tapi bagaimana kita bisa mempersatukan bangsa kita, menghadirkan kebanggaan,” ujarnya di Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Kamis (15/11).

SIMAK JUGA Berita Harian Lainnya
MENGUNTUNGKAN!! Pertemuan Bilateral Jokowi Dengan Wapres AS
Demokrat Tagih Janji Gerindra, Dipenuhi Atau Diingkar?
Demokrat Minta Prabowo-Sandi Konsolidasi, Bukan Mengumbar Janji!

 

Erick menerangkan, demi sebuah asa jangka panjang, pihaknya telah melatih lebih dari 30 ribu orang yang bakal terlibat di sebuah event. Ia melanjutkan andai Indonesia terpilih jadi tuan rumah Olimpiade 2032, menurutnya bisa diselenggarakan di Jakarta dan Jawa Barat.

Pemilihan dua daerah itu, jelas dia, lebih dikarenakan faktor infrakstruktur terutama lapangan sepak bola. Di daerah lain, tak memiliki fasilitas sepadan.

Dengan fasilitas tersebut berdampak positif bagi Indonesia tidak hanya saat kompetisi berlangsung. Fasilitasnya selain venue pertandingan, juga transportasi publik.

“Dengan adanya Olimpiade fasilitas publik akan dikembangkan,” ujar Erick.

Mengenai untung-rugi, menurutnya bukan prioritas. Tetapi bagaimana menciptakan pelayanan kepada masyarakat. Itu dengan sendirinya akan mendapatkan keuntungan.

“Kemarin Asian Games, bisa ditonton 5,3 miliar audiens, kalau kita hitung berapa itu pemasukannya, sesuai target, maka dari itu kita harus segera melakukan Persiapan Olimpiade Sesudah Pilpres,” tutur Erick.

Sumber : Indoharian | Berita Harian Indonesia Terbaru dan Terupdate

totokita3

Related Posts

Leave a Reply