banner 468x60

Warga Jepang Diculik Korea Utara, Kim Jong-Un Akan Diadili ICC?

 NEWS, POLITIK
banner 468x60

Warga Jepang Diculik Korea Utara, Keluarga Desak ICC Untuk Adili Kim Jong-Un

Alam dan Entertainment News ,Berita Dunia Terbaru ,Berita hari ini ,Berita Indonesia Terbaru ,Berita Terkini ,berita terupdate Foto ,Indoharian kesehatan ,Politik ,Terupdate serta Analisis dari INDOHARIAN.com ,Ulasan Teknologi ,Video

Warga Jepang Diculik Korea Utara, Keluarga Desak ICC Untuk Adili Kim Jong-Un

 

IndoHarian – Keluarga dari ratusan warga Negara Jepang yang diculik Korea Utara (Korut) akan mendesak Mahkamah Pidana Internasional (ICC) untuk mengadili Kim Jong-Un, pemimpin rezim komunis itu. Mereka menyebut kurangnya informasi soal orang yang tercinta mereka sebagai pelanggaran HAM.

Tahun 2002 lalu, Korea Utara mengakui sudah menculik 13 warga Jepang sejak tahun 1970-an dan 1980-an. Belasan warga Jepang tersebut dipaksa untuk melatih para mata-mata Korut. Hingga kini, baru lima orang yang sudah kembali ke Jepang.

Otoritas Jepang menyakini sebenarnya ada puluhan hingga ratusan warganya yang telah diculik Korut hingga kini.

Seperti dilansir media setempat, pada hari Jumat (19/1/2018), delapan orang yang merupakan anggota keluarga warga Negara Jepang yang diculik Korut, akan berangkat ke Den Haag, Belanda untuk mendorong ICC segera mengadili Kim Jong-Un.

Menurut mereka, Kim Jong-Un harus diadili atas pelanggaran HAM karena sudah menolak memberikan informasi soal anggota keluarga mereka. Salah satu yang berangkat ke Den Haag adalah Teruaki Masumoto yang saudara perempuannya bernama Rumiko, diklaim oleh Korut sudah meninggal.

Dituturkan Kazuhiro Araki, yang memimpin kelompok pendukung keluarga korban yang diculik Korea Utara, mereka akan mengajukan petisi kepada ICC yang meminta untuk dilakukannya penyelidikan terhadap hilangnya ratusan warga Negara Jepang. Mereka juga meminta kasus ini untuk diselidiki sebagai dugaan kejahatan terhadap kemanusiaan, untuk meningkatkan prehatian internasional terhadap isu ini.

SIMAK JUGA Berita Harian Lainnya
Mantan Panglima TNI Mengaku Bangga Purnawirawan Masuk Tim Jokowi
Misterius Gedung BEI Ambruk, 72 Orang Jadi Korban
Mengejutkan!!! Pengakuan Pelaku Penyimpangan Seks Di Cipanas

“Sekarang, dengan adanya Olimpiade (Musim Dingin-red), Korea Selatan menjalin koneksi dengan Korea Utara, yang tak kami duga,” ucap Araki, merujuk pada dialog kedua Korea yang kembali terjalin usai dua tahun terputus.

“Jadi kami yakin ini akan menarik perhatian begitu besar bagi situasi berbeda di Jepang,” imbuhnya. Otoritas Korea Utara berulang kali berjanji akan membuka kembali penyelidikan warga Jepang yang telah diculik, namun selalu ingkar di kemudian hari.

Araki mengakui bahwa upaya yang telah dilakukan keluarga korban di Den Haag ini hanyalah simbolis semata, namun ia menilai langkah ini tetap penting. “Menangkap Kim Jong-Un dan membawanya (ke Mahkamah Pidana Internasional) akan sulit, tapi luar biasa penting untuk menunjukkan bahwa pelanggaran HAM telah terjadi,” ujarnya.

Salah seorang yang ikut datang ke Den Haag ialah Misa Morimoto, yang saudari kembarnya, hilang tanpa jejak saat mereka masih berusia 20 tahun. Morimoto meyakini saudari kembarnya diculik Korea Utara. “Sebagai anggota keluarganya, saya mau melakukan semua hal yang saya bisa,” ucapnya via email.

Sumber : Indoharian | Berita Harian Indonesia Terbaru dan Terupdate

Related Search

banner 468x60

Related Posts

Leave a Reply