Aktor Penembakan Istri TNI Terkuak, Berikut Kronologinya

23 views
Luwakpoker

Aktor Penembakan Istri TNI Di Tembak 2x Atas Perintah Suami

Berita Dunia Terbaru, Berita hari ini, Berita Indonesia Terbaru, Berita Terkini, berita terupdate, Indoharian, news, Politik, Terkini, Terupdate serta Analisis dari INDOHARIAN.com

Aktor Penembakan Istri TNI Terkuak, Berikut Kronologinya

IndoHarian – Aktor Penembakan Istri TNI, Tim gabungan dari pihak Polda Jawa Tengah dan Kodam IV/Diponegoro kini mengungkap motif dan para pelaku dalam peristiwa penembakan terhadap istri dari anggota TNI, yakni Rina Wulandari (34 tahun) di kompleks Grand Cemara, Kelurahan Padangsari, Banyumanik, Kota Semarang. Otak penembakan pada hari Senin (18/7/2022) diduga yakni suaminya sendiri, Kopral Dua (Kopda) Muslimin (M).

M disebut sudah menyuruh para eksekutor bayaran untuk segera menghabisi nyawa isterinya sendiri.

Hal tersebut terungkap dalam konferensi pers Kepala Polda Jawa Tengah, Irjen Pol Ahmad Luthfi, di lobi Mapolda Jawa, di Semarang, Senin (25/7/2022). Konferensi pers yang juga dihadiri Kepala Staf dari Angkatan Darat(KSAD), Jenderal Dari TNI Dudung Abdurrachman, Danpuspomad, Letjen TNI Chandra W Sukotjo; Pandam IV/Diponegoro, Mayjen TNI Widi Prasetijono, dan kapolrestabes Semarang, Kombes Irwan Anwar.

Menurut Luthfi, kurang dari seminggu sesudah peristiwa penembakan, tim gabungan Polri dan TNI pun sempat mengamankan lima orang tersangka. Hari ini, pihak kita akan merilis pengungkapan kasus tindak pidana sebuah percobaan pembunuhan berencana tersebut, sebagaimana dimaksud Pasal 340 jucto Pasal 53 KUHP dengan ancaman hukuman mati atau akan penjara seumur hidup atau paling lama 20 tahun penjara,” jelasnya.

SIMAK JUGA Berita Harian Lainnya
Harga Anjlok Motor Listrik Bekas Bisa Sampai 40%
Penjelasan Baim wong Terkait Patenkan Merek Citayem Fashion Week
PT KAI : Kenaikan Jumlah Penumpang KRL Lantaran Adanya Citayem Fashion Week

Aktor Penembakan Istri TNI Menurut Luthfi, kasus tersebut sangat menarik dan perlu respon cepat dalam penanganannya, sebab menyangkut keluarga besar Persit Kartika Candra Kirana. Modus operandi yang sudah dilakukan adalah penembakan dengan sebuah senjata api dan motifnya memperoleh bayaran. Korbannya adalah Rina Wulandari (24) yang saat ini masih dirawat di RSUP dr Kariadi dan kita doakan saja bersama-sama semoga cepat sembuh,” katanya.

Dari pengungkapan ini tim gabungan pun berhasil mengamankan lima orang tersangka, masing-masing Sugiyono alias Babi dan juga Ponco Aji Nugroho yang merupakan satu tim sebagai pihak eksekutor yang mengendarai sepeda motor Kawasaki Ninja. Kemudian Supriyono dan juga Agus Santoso yang juga satu tim sebagai tim pengawas atau pengendara Honda Beat Street seperti yang sudah terekam pada CCTV yang sedang beredar.

Tim gabungan pun kini telah mengungkap penyedia senjata api, yakni adalah Dwi Sulistyono. Di mana pada H-3 sebelum pelaksanaan penembakan tersebut, yang bersangkutan sudah melakukan transaksi penjualan senjata api yang diduga ini rakitan dengan nilai sekitar Rp 3 juta kepada sang pelaku,” kata Luthfi.

Pada hari Senin (18/7/2022) pas sekitar pukul 08.00 WIB, para pelaku pun telah mematangkan kondisi tempat kejadian perkara. Kemudian saat pukul 11.38 WIB, para pelaku melaksanakan penembakan tersebut.

Dua orang pelaku mengikuti korban pada saat sedang menjemput anaknya dan penembakan dilakukan oleh Sugiyono alias Babi sebagai eksekutor yang sebanyak dua kali.

Tembakan pertama gak mematikan, maka kedua pelaku menuju langsung pos kamling yang berjarak 200 meter dari lokasi awal penembakan korban dan pun mendapat instruksi dari suami korban Koptu Muslimin untuk kembali dilakukan penembakan yang kedua. Tembakan pertama mengenai badan korban, tembus dan di TKP ditemukan sebutir proyektil.

Kemudian tembakan yang kedua pun disinyalir bersarang di tubuh korban yang sekarang pun sudah diambil dan diamankan. Kemudian, sesudah peristiwa penembakan korban Rina dibawa ke rumah sakit.

Di rumah sakit, suami korban kembali untuk menelepon para eksekutor untuk menyerahkan pembayaran sebab sudah mengeksekusi korban. Uang pembayaran Rp 120 juta diserahkan suami korban kepada para pihak eksekutor di sebuah mini market yang berjarak sekitar 300 meter dari lokasi rumah sakit. Para pelaku pun langsung membagi-bagikan uang tersebut di lokasi.

Menurut dia, kasus tersebut masih terus dikembangkan, yaitu pada otak pelaku, dalam hal ini suami dari korban. Tim gabungan masih berusaha terus memburu suami korban untuk mengungkapnya,” kata dia.

KSAD, Jenderal Dudung pun langsung menyampaikan, suami korban sedang berstatus diduga dan dalam proses pencarian. Dudung mengaku sudah turut memerintahkan Pandam IV/Diponegoro dengan Kapolda Jawa Tengah supaya segera mengamankan dan meringkus Kopda Muslimin.

TNI AD akan tetap transparan, bagi para anggotanya yang terbukti sudah bersalah dalam kasus tersebut akan dihukum dan diberikan sanksi yang seberat-beratnya,” ucap KSAD. Aktor Penembakan Istri TNI

Berita Dunia Terbaru Berita hari ini Berita Indonesia Terbaru Berita Terkini berita terupdate Indoharian news Politik Terkini Terupdate serta Analisis dari INDOHARIAN.com

Author: 
    author

    Related Post

    Leave a reply