Bongkar Dokumen Siasat Prabowo Allan Dapat $2juta

Allan Nairn Dituding Beberkan Dokumen Siasat Prabowo Dan Diberikan $2juta Oleh Pihak Yang Tidak Diketahui

 

Alam dan Entertainment News, Berita Dunia Terbaru, Berita hari ini, Berita Indonesia Terbaru, Berita Terkini, berita terupdate, Foto, Indoharian, kesehatan, Politik, Terupdate serta Analisis dari INDOHARIAN.com, Ulasan Teknologi, Video, news, kesehatan, teknologi, kriminal, wisata, olahraga, otomotif, aktor, aktris, kuliner

Indoharian – Bongkar Dokumen Siasat Prabowo Allan Dapat $2juta

 

Indoharian – Waketum Partai Gerindra Arief Poyuono bakal laporkan jurnalis independen asal Amerika Serikat Allan Nairn pada pihak kepolisian atas tuduhan menyebarkan berita hoaks tentang dokumen siasat Prabowo.

Berita bohong yang dimaksud yaitu laporan Allan soal strategi Prabowo Subianto untuk melemahkan lawan-lawan politiknya jika terpilih sebagai presiden pada pilpres 2019 kelak. Allan sendiri merilis laporan tersebut di blog pribadinya, berjudul ‘Notulensi Rapat Tertutup Prabowo Subianto dan Tim’.

“Besok akan kami laporkan. Kami juga meminta meminta polisi untuk menangkap Allan Nairn yang saat ini ada di Indonesia. Karena sudah bikin hoaks di Indonesia,” ujar Arief hari Senin (15/4/2019).

Dalam laporannya Allan menyebutkan bahwa pada 21 Desember 2018 Prabowo sempat menggelar rapat secara tertutup di kediamannya, Jalan Kertanegara Nomor 4, Jakarta Selatan, pada malam hari pukul 21.00 hingga 23.15 Waktu Indonesia Barat.

Rapat tersebut dihadiri oleh orang-orang lingkaran Prabowo, termasuk juga Fadli Zon serta Arief Poyuono tersebut disebutkan oleh Allan membahas langkah konkret menghadapi sejumlah isu strategis seperti tuduhan Prabowo-Sandi yang mendukung khilafah, hingga balas dendam politik terhadap partai yang saat ini berkuasa.

Terkait dengan isu khilafah tersebut, rapat yang memutuskan untuk menunjuk Mayjen TNI (Purn) Arifin Seman menyusun nama yang cocok sebagai Kepala Badan Intelijen Negara (BIN).

“Perombakan besar-besaran di tubuh BIN akan mengarah pada agenda penyerangan terhadap lawan politik dan pelumpuhan kelompok HTI, FPI, JAD, dan yang setara dengan itu,” tulis Allan dalam laporannya yang mengungkap dokumen siasat Prabowo.

“Tugas lain dari BIN nanti adalah melemahkan partai koalisi untuk meningkatkan dominasi Gerindra dalam pemerintahan: PKS dan Partai Demokrat akan digembosi habis-habisan melalui berbagai kasus korupsi lama dan yang baru,” demikian lanjutan dari laporan Allan.

SIMAK JUGA Berita Harian Lainnya
Makin Panas! BPN Menghina Jokowi Dengan Kata Ini…
Demokrat Ragukan Prabowo Sebagai Presiden, Ini Alasannya…
Mampus! Nurjanah Kritik Sandiaga Dan Berakhir Menyedihkan!

 

Sementara itu berkaitan dengan balas dendam politik, laporan Allan Nairn menyebutkan bahwa Fadli Zon dan Fahri Hamzah ditugaskan untuk mengangkat Jaksa Agung baru.

“Tugas utama Jaksa Agung baru adalah mengadili sebanyak-banyaknya lawan politik dari PDI Perjuangan, m NasDem, Golkar, PKB, dan PPP,” tertulis dalam laporan Allan Nairn.

Allan mengklaim mendapatkan informasi tersebut dari pihak intelijen. Di sisi lain, Arief Poyuono yang disebutkan turut hadir dalam pertemuan tersebut mengatakan laporan Allan Nairn tidak lebih dari hoaks alias berita bohong.

Arief mengaku bahwa dirinya juga sempat diwawancarai oleh Allan pada 20 Maret 2019. Dalam wawancara tersebut Arief berkata bahwa Allan mengajukan terlampau banyak pertanyaan. Salah satunya mengenai rapat 21 Desember di Kertanegara.

“Dia tanya saya ‘ikut gak?’ Saya bilang enggak, karena memang enggak ada pertemuan 21 Desember itu. Kalaupun ada saya pasti ikut karena saya pimpinan dan orang dekat Prabowo,” ucap Arief.

Arief mengatakan bahwa Allan merupakan seorang jurnalis pesanan yang ditugaskan guna merusak Prabowo Subianto mendekati hari pemilu 17 April mendatang. Arief bahkan telah mengklaim bahwa dirinya memiliki data yang memperkuat tudingan bahwa Allan merupakan jurnalis bayaran.

Dia memberikan bukti rekening transfer uang dengan jumlah sekitar US$2 juta ke rekening Allan di DBS B, Singapura. Arief juga menyebutkan bahwa uang tersebut sebagai bayaran pada Allan untuk membuat kampanye hitam dan fitnah terhadap Prabowo dan juga TNI.

“Dia memang ditugaskan oleh orang yang memesan dia. Oleh lawan politik kami. Orang masih ingat ketika Pilkada Jakarta dia bilang mau ada kudeta TNI, ternyata hoaks. Pilkada berjalan lancar dan damai,” ucap Arief.

Allan sendiri telah memberikan bantahan atas tuduhan Arief. Di akun twitternya, @AllanNairn14, Allan menyebutkan bahwa tim Prabowo mengirim ke pers nota palsu bank Singapura berisi transfer uang sebesar US$2 juta kepada dirinya.

“Saya anggap ini konfirmasi diam-diam Prabowo bahwa laporan itu akurat dan dia berusaha keras untuk mendiskreditkannya,” tulis Allan.

Allan dituduh mengungkap dokumen siasat Prabowo.

 

Sumber : Indoharian | Berita Harian Indonesia Terbaru dan Terupdate

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *