banner 468x60

Duterte Ajak Indonesia dan Malaysia Ikut Perang Melawan ISIS di Marawi

 NEWS
banner 468x60

Perang Melawan ISIS di Marawi, Duterte Siap Ajak Indonesia dan Malaysia

Berita Harian Indonesia Terbaru dan Terupdate, Politik, Berita Dunia Terbaru, Foto, Video, Ulasan Teknologi, Kesehatan, Alam dan Entertainment News

Perang Melawan ISIS di Marawi, Duterte Siap Ajak Indonesia dan Malaysia

 

IndoHarian –Presiden Filipina Rodrigo Duterte menuturkan akan bertemu dengan Presiden RI Joko Widodo dan serta Perdana Menteri Malaysia Najib Razak. Pertemuan ini rencananya akan membahas kemungkinan membuat satuan tugas atau satgas untuk memerangi militan ISIS di Marawi.

“Kami sudah sepakat bahwa kami akan berbicara, kami bertiga. Kami hanya perlu menunggu waktu yang tepat,” ucap Duterte kepada wartawan sebagaimana dilansir dari media setempat, pada hari Senin (4/9/2017).

Duterte mengatakan kesediaannya untuk membuka perbatasan kepada pasukan Indonesia dan Malaysia untuk dapat memburu militan ISIS di Marawi.

“Kemungkinan besar, ini akan menjadi sebuah gabungan, satuan tugas. Dan saya akan membuka perbatasan saya ke pihak berwenang negara Malaysia dan pemerintah Indonesia, mereka akan diberi akses,” ucapnya.

Negara-negara Asia Tenggara sudah sepakat untuk menggunakan pesawat mata-mata dan pesawat tanpa awak atau drone untuk menghentikan pergerakan militan melintasi batas negara mereka. Pada bulan Juni lalu, ketiga negara tersebut sepakat untuk mengumpulkan intelijen dan memutuskan pembiayaan para militan ISIS.

 

SIMAK JUGA Berita Harian Lainnya
Sejumlah Ilmuwan Perkirakan Bom Korut Lebih Besar Dari AS
Tokoh Agama Buddha Indonesia Menyerukan Bantuan Untuk Rohingya
Kronologi Pengawal Presiden Jokowi Gagalkan Jambret

 

Bulan November lalu, Filipina sudah mengizinkan Indonesia dan Malaysia melakukan patroli di perairan teritorialnya utk  mengatasi penculikan dan pembajakan oleh sejumlah kelompok Abu Sayyaf.

Menurut Duterte, pertemuannya dengan Jokowi dan Najib bisa dilakukan usai dilakukan kota Marawi di Filipina Selatan sudah dikepung.

Dikabarkan lebih dari 600 militan ISIS, 45 warga sipil, dan 136 pasukan Filipina dari tentara dan polisi meninggal dalam pertempuran di Marawi yang sudah lebih dari 100 hari. Militer Filipina yakin pertempuran ini akan sesegera mungkin berakhir.

Wakil Komandan Militer Satgas Marawi, Romeo Brawne menuturkan daerah yang dikuasai pemberontak semakin menyempit. Dan ada tanda-tanda para militan ISIS kekurangan makanan dan amunisi.

“Mudah-mudahan, pengepungan dan perang ISIS di Marawi akan cepat selesai dalam beberapa minggu ke depan. Kekuatan mereka terus merosot, kami menimpakan korban hampir setiap harinya,” ucapnya kepada wartawan

Sumber : Indoharian | Berita Harian Indonesia Terbaru dan Terupdate

Related Search

banner 468x60

Related Posts

Leave a Reply