banner 468x60

Fahri Hamzah Menduga Kalau KPK Sengaja Menyerang DPR Dengan Kasus E-KTP

 NEWS, POLITIK
banner 468x60

Fahri Hamzah: Saya Merasa Kalau KPK Sengaja Menyerang DPR Melalui Kasus E-KTP

Berita Harian Indonesia Terbaru dan Terupdate, Politik, Berita Dunia Terbaru, Foto, Video, Ulasan Teknologi, Kesehatan, Alam dan Entertainment News

Indoharian – Fahri Hamzah Menduga Kalau KPK Sengaja Menyerang DPR Dengan Kasus E-KTP

 

Indoharian, JAKARTA — Fahri Hamzah selaku Wakil Ketua DPR telah menduga kalau Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dengan sengaja menyerang Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dengan melalui kasus e-KTP, Fahri pun menduga KPK sengaja menyerang DPR ini sudah lama.

Soalnya dari tuduhan adanya bancakan proyek yang bernilai 5,9 triliun itu tidak terbukti, dgn hilangnya nama-nama anggota dewan di dalam sejumlah dakwaan.

‎”Ada acara bagi-bagi uang anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia dlm kasus e-KTP kini faktanya dlm dakwaan Irman dan Sugiarto nama anggota DPR pun hilang dlm vonis, hilang, telah dihilangkan oleh majelis hakim,” ucap Fahri saat di komplek Parlemen, senayan, Jakarta, Senin, (15/8/2017).

Sebab menurut Fahri Hamzah‎ dalam dakwaan Andi Narogong, KPK sendiri pun menghilangkan nama-nama anggota DPR yang dituduh telah ikut terlibat.

SIMAK JUGA Berita Harian Lainnya
Seseorang Ingin Membunuh Ahok Dengan Imbalan Rp 1 Miliar Karena..
Fahri Hamzah: DPR Butuh Gedung Baru Karena Yang Sekarang Sudah Sempit
BREAKING NEWS: Polisi Menangkap Rio Reifan Karena Kasus Ini..

 

Itu berarti menurut Fahri, KPK sengaja menyerang DPR dgn menggembar-gemborkan keterlibatan anggota dewan, dengan tidak adanya bukti.

“Pada hari ini tadi malam saya membaca dan juga menonton di tv nama anggota dpr pun sudah dihilangkan oleh KPK dari dakwaan Andi Narogong yang artinya itu fiksi dari yg nggak pernah ada dikarang-karang oleh KPK supaya anggota diserang agar kalau anggota dpr menerima uang kpk rasanya mendapat nyawa baru gitu‎,” ucapnya.

‎Fahri juga mengaku sudah membaca konstruksi peristiwa sesuai dari dakwaan Andi Narogong. Bukti dari dalam dakwaan itu menurutunya sangat tidak ada apa-apa dan beberapa keterangan dlm dakwaan itu sulit diklarifikasi lantaran saksinya pun sudah meninggal.

Mengenai KPK sengaja menyerang DPR. “Sekarang ini buktinya nggak ada bahkan dlm dakwaaa saat semalam saya baca konstruk dari peristiwa itu dimulai dari kesaksian Burhanudin napitupulu yg sudah meninggal bagaimana cara meminta klarifikasi dari orang yg sudah meninggal?” ucap Fahri.

Sumber : Indoharian | Berita Harian Indonesia Terbaru dan Terupdate

Related Search

banner 468x60

Related Posts

Leave a Reply