banner 468x60

Fenomena Kredit Macet usai Lebaran, Ini Tanggapan Adira Finance…

 NEWS, OTOMOTIF
banner 468x60

Adira Finance Buka Suara Mengenai Fenomena Kredit Macet Jelang Lebaran

Berita Harian Indonesia Terbaru dan Terupdate, Politik, Berita Dunia Terbaru, Foto, Video, Ulasan Teknologi, Kesehatan, Alam dan Entertainment News

Adira Finance Buka Suara Mengenai Fenomena Kredit Macet Jelang Lebaran

 

IndoHarian – Sejumlah perusahaan pembiayaan atau sebutan lain multifinance (leasing) salah satunya Adira Finance sering meraup keuntungan di bulan Ramadan. Hal tersebut karena banyak yang melakukan pembelian kendaraan, khususnya secara cicilan bertahap atau kredit.

Namun demikian, rasio kemacetan pembiayaan alias non-performing loan (NPL) justru meningkat pasca Lebaran. Fenomena ini sering terjadi di tahun – tahun sebelumnya usai Hari Raya lebaran atau Idul Fitri.

Menanggapi hal itu President Director PT Adira Multifinance Tbk (Adira Finance) Hafid Hadeli ikut buka suara. Menurutnya, tidak ada strategi khusus utk menghindari kredit macet.

Hanya saja, tambah dia, waktu proses verifikasi data – data dan survei, harus dilakukan lebih awas dan jauh lebih berhati – hati.

 

SIMAK JUGA Berita Harian Lainnya
PNS Dilarang Pakai Mobil Dinas Saat Pulang Mudik, Kecuali…
Proton Resmi Diakuisisi Zhejiang Geely Holding Group
Cara Jitu Menggadai Barang Dengan Aman dan Anti Tertipu

 

“Intinya memang, kemampuan dia mau mobil baru itu telah umum, tetapi kami harus pisahin yg mampu untuk seterusnya atau hanya yang sekedar mampu saat Lebaran saja. Jadi kitanya harus pintar – pintar memilih kelayakan konsumen,” jelas Hafid saat ditemui awak media, beberapa waktu lalu.

Hafid tidak menampik, setiap masa pra-lebaran banyak sekali masyarakat mencari kendaraan. Sebab pada umumnya, jelang Lebaran masyarakat lebih banyak memiliki uang.

“Saat ini NPL kami sekitar 1,6 – 1,7 persen. Jadi, tahun ini mungkin jauh lebih baik sedikit, karena lebih hati – hati saja,” ucapnya.

Selama kuartal pertama di tahun 2017, Adira Finance sudah menyalurkan dana untuk pembiayaan sekitar Rp 7,3 Triliun. Angka ini naik 5 persen dari periode yg sama tahun lalu yakni sekitar Rp 7 triliun.

Dari jumlah tersebut, porsi terbesar disumbangkan utk kendaraan jenis roda dua atau sepeda motor sebanyak Rp 4 triliun, kemudian mobil sebanyak Rp 3,1 triliun, dan elektronik sekitar Rp 200 miliar.

Sedangkan sampai akhir tahun, Hafid berharap, pembiayaan Adira Finance dapat naik 5-10 persen dari tahun lalu yg angkanya mencapai Rp 31 triliun.

Sumber : Indoharian | Berita Harian Indonesia Terbaru dan Terupdate

banner 468x60

Related Posts

Leave a Reply