banner 468x60

Ibunda Lucky Hakim Telah Tiada, Karena Mengidap..

 ARTIS, NEWS
banner 468x60

kanker Paru-paru Stadium Empat, Ibunda Lucky Tidak Tertolong Lagi

Berita Harian Indonesia Terbaru dan Terupdate, Politik, Berita Dunia Terbaru, Foto, Video, Ulasan Teknologi, Kesehatan, Alam dan Entertainment News

kanker Paru-paru Stadium Empat, Ibunda Lucky Tidak Tertolong Lagi

 

IndoHarian – Ibunda Lucky Hakim meninggal dunia, Eny Firdaus Bawazier. Kanker paru-paru stadium empat membawa sang ibunda ke tempat peristirahatannya yang abadi di bulan Ramadan ini.

Lucky yang terlihat tegar menceritakan kondisi terakhir sang bunda. Pesinetron yang kini terjun ke dunia politik itu, mengatakan kalau kanker sang bunda telah menjalar hingga ke tulang dan organ tubuh lainnya.

“Beliau sempat dirawat di luar negeri selama enam bulan di Malaysia, tapi secara medis udah menyerah lah, akhirnya dipulangkan ke tanah air. Di Indonesia tetap kita rawat di Rumah Sakit Dharmais 3 minggu lebih, usai itu memang kondisi fisik udah nggak memungkinkan,” cerita Lucky saat dihubungi, pada hari Minggu (18/6/2017).

Kanker paru – paru mulai terdeteksi pada bulan Oktober lalu. Sang ibunda Lucky pun sudah ikhlas dengan kondisinya dan ia berserah diri kepada Yang Maha Kuasa. Meski tak lagi ada firasat, 3 hari sebelum meninggal ibunda sudah ‘berpamitan’.

“Mama saya juga meyakini hal tersebut, tapi tetap berikthiar. 3 hari lalu udah pamitan, ‘Udah lah saya pamit aja ya, anak – anak yang akur, yg baik kesananya biar sama – sama mendoakan’, kami juga sudah pamitan,” ungkapnya.

 

SIMAK JUGA Berita Harian Lainnya
Breaking News, Kebakaran gedung Nusantara II, Diduga Karena…
Pelaku Penabrakan Nekad Menghantam Aiptu I Nengah, Karena..
Serangan di Bogota, Pusat Perbelanjaan Kelas Atas, Menewaskan…

 

“Emang sama – sama nunggu untuk yg terbaik. Kesembuhan atau kembali ke Rahmatullah. Tapi takdir Allah ya, mama saya meninggal dunia. Tapi alhamdulillah karena dapat dituntun,” imbuh Lucky Hakim.

Ketika sakaratul maut, ibunda Lucky Hakim masih dapat mengucapkan dua kalimat syahadat. Sebelum ia meninggal, ibunda masih sempat melakukan salat subuh dan ia beristighfar kemudian tertidur.

“Sore, pada hari Sabtu (17/6) kondisi Ibunda Lucky memburuk. Ketika semua udah menurun, kita tuntun, pas ajal menjemput saya tidak di tempat karena lagi ada meeting. Jadi dituntun oleh keempat anak yg lain,” tutur Lucky Hakim menyesal.

Sumber : Indoharian | Berita Harian Indonesia Terbaru dan Terupdate

banner 468x60

Related Posts

Leave a Reply