banner 468x60

Ini Dia Awal Mula Terjadi Banjir Karangan Bunga Sebagai Tanda Cinta

 NEWS, POLITIK
banner 468x60

Awal Mula Terjadi Banjir Karangan Bunga Sebagai Tanda Cinta Ahok-Djarot

Berita Harian Indonesia Terbaru dan Terupdate, Politik, Berita Dunia Terbaru, Foto, Video, Ulasan Teknologi, Kesehatan, Alam dan Entertainment News

Awal Mula Terjadi Banjir Karangan Bunga Sebagai Tanda Cinta Ahok-Djarot

 

IndoHarian – Tanda Cinta yang tetuang di kalimat unik dan menggelitik dalam isi karangan bunga papan para pendukung yang dikirim ke kantor Balai Kota Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)-Wakil Gubernur Djarot Saiful Hidyat.

Salah satu di antaranya berbunyi “Pak Ahok-Djarot, you jump, i jump (Pak Ahok-Djarot, Anda melompat, saya melompat), sebuah kalimat yg meniru dialog dalam film Titanic.

Pengirim karangan bunga papan itu mengaku bernama Leonardo Di Caprio (ACA).

Sang pengirim mencoba mengidentikkan dirinya dgn pemain film Titanic, Leonardo Di Caprio, yg berpasangan dengan Kate Winslet.

Kalimat you jump, i jump dikatakan Leonardo dan Kate sesaat sebelum kapal Titanic karam ke dalam ganasnya laut es.

Ada lagi karangan bunga papan bertuliskan, Tanpa Pak Ahok-Djarot Dki Jakarta Bagikan Nasi Kotak Tanpa Berkat, Amsyoong Pak. Sang pengirim karangan bunga menyebut dirinya Nasi Kotak Tangan Berkat.

Ada juga yg terinspirasi dari film Ada Apa dengan Cinta (AADC). Tertulis di papan itu, Ketika Badja sudah menyentuh jantung dan hati kami, yg lain hanya menyentuh kemungkinan.

Pengirim menyebut dirinya Kami yg akan menunggu ratusan purnama utk memilikimu lagi.

Seorang warga yg ikut meramaikan Balai Kota, Kamis (27/4/2017) siang ini, Nur Hidayat (31) terlihat swafoto di depan karangan bunga papan berisi sindiran tajam.

“Kami sebagai penggemar berat. ia bukan ikon biasa, ia seperti pahlawan. Mengapa harus dikalahkan?” ucap Nur.

Nur mengatakan banjir karangan bunga dan kehadiran Masyarakat Indonesia ke Balai Kota secara silih berganti di hari hari belakangan ini, merupakan bukti Ahok-Djarot tanda cinta oleh banyak orang terutama Warga DKI Jakarta.

Warga Tanjung Priok, jakut, ini hanya berharap kedepannya penerus Ahok-Djarot membawa Jakarta menjadi jauh lebih baik.
Harapan Nur, mereka yang melanjutkan program Ahok-Djarot saat ini telah dirasakan masyarakat Jakarta.
“Pilkada telah usai. Semoga DKI Jakarta jauh lebih baik. Pak Anies dapat meneruskan apa yang Pak Ahok buat selama menjabat DKI Jakarta, dan menjadikan jauh lebih baik lagi,” ucapnya.
Gerakan mengirim karangan bungan papan tersebut dimulai oleh Jappy M Pellokila, Todora Radisic, Roostien Ilyas, dan Susi Karina.

Langkah tersebut mereka lakukan sebagai bentuk dukungan moril utk pasangan gubernur dan wakit gubernur Ahok-Djarot.

Jappy M Pellokila merupakan perintis kelompok Indonesia Hari INI (IHI).

Todora Radisic dikenal selaku Ketua Relawan Cinta Ahok (RCA).

Roostien Ilyas ialah anggota IHI. Sedang Susi Karina dari kelompok Gerakan Damai Nusantara.

Jappy menyebut aksi tersebut sudah dilakukan sejak pada hari Sabtu lalu (22/4/2017).

“Kami ramai-ramai kirim karangan bunga papan ke Balai Kota, untuk Pak Ahok dan Pak Djarot. untuk bukti mengungkapkan rasa terima kasih terhadap jerih payah dan kerja Pak Ahok selama menjadi gubernur Dki Jakarta, ucapan semangat, dan rasa banggaan kami pada beliau,” tutur Jappy.

Pada mulanya rencana mengirimkan karangan bunga tersebut disebarkan secara terbatas di kelompok Whatsapp IHI.

Roostien menghubungi Jappy yg kemudian berkoordinasi dgn Todora dan Susi. Kemudian keempatnya mempublikasikan rencana tersebut di kelompok media sosial mereka.

Jappy tak menyangka pada akhirnya kiriman karangan bunga papan tersebut mencapai ribuan dan memenuhi kawasan Balai Kota jakarta.

“Kami ingin memelopori agar setiap per tanggal 19 ada kiriman bunga di Balai Kota sampai Oktober 2017 atau sampai berakhirnya masa jabatan Pak Ahok dan Pak Djarot,” ucapnya.

Menanggapi tudingan banjir karangan bunga papan tersebut merupakan pencitraan murahan seperti yang disampaikan Wakil Ketua DPR Fadli Zon, DKI Djarot Saiful Hidayat bersikap santai atas gosip yang beredar.

“Pencitraan murahan? Nggak apa-apa sih, Pak Fadli Zon (bilang begitu),” imbuh Djarot.

Menurutnya, ribungan karangan bunga yg dikirimkan oleh para pendukungnya itu merupakan sesuatu tidak ternilai dan amat berharga.

“Bagi kami, itu suatu hal yg mahal, satu hal mulia, dan berharga. Bunga tersebut tanda cinta,” ucap Djarot.

Sumber : Indoharian | Berita Harian Indonesia Terbaru dan Terupdate

banner 468x60

Related Posts

Leave a Reply