Pembela Jokowi Meninggal, Prabowo: Makanya Jangan Licik!

Pembela Jokowi Meninggal, Ternyata Petugas KPPS 91 Orang Meninggal Setelah Penyelenggaraan Pemilu 2019

Alam dan Entertainment News, Berita Dunia Terbaru, Berita hari ini, Berita Indonesia Terbaru, Berita Terkini, berita terupdate, Foto, Indoharian, kesehatan, Politik, Terupdate serta Analisis dari INDOHARIAN.com, Ulasan Teknologi, Video, news, kesehatan, teknologi, kriminal, wisata, olahraga, otomotif, aktor, aktris, kuliner

IndoharianPembela Jokowi Meninggal, Prabowo: Makanya Jangan Licik!

 

IndoharianPembela Jokowi Meninggal, Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) mengatakan turut berduka cita mendalam atas meninggalnya 91 petugas baik dari Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) dan juga petugas lainnya yang telah membantu penyelenggaraan Pemilu 2019.

“Saya kemarin sudah menyampaikan ucapan duka cita yang mendalam atas meninggalnya petugas-petugas KPPS, juga beberapa yang di luar KPPS,” kata Jokowi di Resto Seribu Rasa, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (22/4) malam.

Menurut Jokowi, mereka yang meninggal dalam tugas penyelenggaraan pemilu adalah pejuang demokrasi. Jokowi mengatakan atas nama negara dan masyarakat dirinya mengatakan turut berduka cita.

“Saya kira beliau ini adalah pejuang demokrasi yang meninggal dalam tugasnya,” katanya.

Tak cukup menyampaikan itu via wartawan Pembela Jokowi Meninggal, Jokowi pun membagikan simpati dan duka citanya atas para petugas pemilu yang gugur itu via akun media sosial pribadinya. Salah satunya lewat Instagram.

SIMAK JUGA Berita Harian Lainnya
PDIP Soal Jokowi Curang: Presiden Mah Bebas, Kalian Bisa Apa?
VIRAL!! Lucinta Luna Bugil Di Depan Deddy Corbuzier!!
KPU Tuduh BPN Curang, Prabowo: Presiden Mu Yang Curang

“Semoga Allah SWT menerima semua amal kebaikan mereka, menjadi sebuah keberkahan bagi Indonesia, dan semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan,” kata Jokowi dalam unggahan di akun Instagramnya itu, Selasa (24/4).

Sementara itu, Wapres RI Jusuf Kalla juga mendorong dilakukan evaluasi terhadap penyelenggaraan Pemilu 2019. Jusuf Kalla mengatakan penyelenggaraan pilpres dan pileg yang dilaksanakan bersamaan membuat beban kerja petugas KPPS bertambah berat.

Ia mengusulkan agar pemilihan presiden dan pemilihan legislatif pada 2024 mendatang dilakukan terpisah.

“Tentu harus evaluasi yang keras, salah satu hasil evaluasi dipisahkan antara pilpres dengan pileg. Itu supaya bebannya jangan terlalu berat,” kata Jusuf Kalla.

Berdasarkan catatan Komisi Pemilihan Umum (KPU) hingga Senin (22/4), sudah ada 91 orang petugas KPPS meninggal dunia dan 374 sakit. Jumlah itu belum termasuk personel polisi dan petugas lain yang meninggal atau sakit saat bertugas.

KPU pun bakal melakukan evaluasi penyelenggaraan Pemilu 2019. Evaluasi tersebut dilakukan usai banyak petugas KPPS di sejumlah daerah meninggal dunia karena faktor kelelahan.

Ketua KPU Arief Budiman mengatakan pihaknya memberikan usulan dana santunan sebesar Rp36 juta kepada petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) yang meninggal dunia atau sakit saat menjalankan tugas Pemilu 2019. Usulan itu dibicarakan dengan pejabat Kementerian Keuangan Selasa (23/4) hari ini.

“Akan dibahas diambil dari pos mana karena tidak ada pos anggaran khusus terkait asuransi,” kata Arief dalam jumpa pers di Kantor KPU, Jakarta, Senin (22/4).

Arief mengatakan dalam pertemuan dengan Kemenkeu, KPU akan diwakili sekretaris jenderal. Sekjen KPU akan membahas dana santunan itu dengan sejumlah pejabat Kemenkeu.

Dalam pertemuan itu, kata Arief, Pembela Jokowi Meninggal KPU mengusulkan besaran santunan untuk petugas yang luka-luka mendapat Rp16 juta, penyandang cacat mendapat maksimal Rp30 juta, dan yang meninggal dunia menerima Rp36 juta.
Sumber : Indoharian | Berita Harian Indonesia Terbaru dan Terupdate

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *