Penanganan Terorisme 75% di Miliki Intelijen

Penanganan Terorisme 75% di Miliki Oleh Intelijen Karena Memiliki Peran Krusial

Alam dan Entertainment News, Berita Dunia Terbaru, Berita hari ini, Berita Indonesia Terbaru, Berita Terkini, berita terupdate, Foto, Indoharian, kesehatan, Politik, Terupdate serta Analisis dari INDOHARIAN.com, Ulasan Teknologi, Video, news, kesehatan, teknologi, kriminal, wisata, olahraga, otomotif, aktor, aktris, kulinerAlam dan Entertainment News, Berita Dunia Terbaru, Berita hari ini, Berita Indonesia Terbaru, Berita Terkini, berita terupdate, Foto, Indoharian, kesehatan, Politik, Terupdate serta Analisis dari INDOHARIAN.com, Ulasan Teknologi, Video, news, kesehatan, teknologi, kriminal, wisata, olahraga, otomotif, aktor, aktris, kuliner

IndoharianPenanganan Terorisme 75% di Miliki Intelijen

 

Indoharian – Kepala Divisi Hubungan Masyarakat (Kadiv Humas) Polri Irjen Setyo Wasisto mengatakan bahwa intelijen memiliki peran yang paling besar dalam memberantas teroris, Penanganan Terorisme 75% dimiliki oleh intelijen.

Setyo menerangkan, intelijen memiliki peran krusial karena bertugas untuk mengintai, mendeteksi dan mendata potensi – potensi terorisme dan orang – orang yang diduga mengajarkan radikalisme.

Hal itu dilakukan agar terduga teroris lepas maupun agar tak terjadi salah tangkap.

“Untuk memastikan benar – benar teroris,” ujar Setyo di Jakarta Pusat.

Intelijen Detasemen Khusus 88 Antiteror, menurut Setyo memiliki tugas yang berat, dalam hal ini, tim intelijen bekerja selama 7×24 jam penuh, intelijen akan melakukan pemantauan pada seluruh aktivitas seseorang yang telah diduga sebagai teroris, oleh karena itu Penanganan Terorisme 75% dimiliki oleh Intelijen.

“Tugas tersebut dilakukan non-stop untuk mendapatkan data yang sebanyak – banyaknya, makanya banyak anggota densus yang istrinya minta cerai,” ujarnya.

Setelah mengintai dan orang itu dinyatakan positif teroris, maka dilakukanlah penindakan, menurut Setyo penindakan teroris ini hanya memiliki presentase sebesar lima persen.

SIMAK JUGA Berita Harian Lainnya
Jokowi Melantik KSAL Baru, Ade Supandi Pensiun!
Kacau!! Prabowo Mendekati Jokowi, Ini Sebabnya!
Perseteruan Fahri Dengan Faizal! Faizal : Fahri Anggota Teroris!!

 

Sedangkan untuk 20 persen lainnya merupakan penyidikan untuk membuka informasi jaringan lainnya.

“Makanya di RUU yang baru kita harap sifatnya proaktif, kalau sudah ada bukti yang kuat, kita bisa melakukan penangkapan,” ucap Setyo.

Sementara itu, Ketua DPR Bambang Soesatyo mengungkapkan, pembahasan mengenai Revisi Undang – Undang (RUU) Nomor 15/2003 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme sebentar lagi tuntas.

Dengan begitu, diharapkan persoalan tentang definisi yang hanya tinggal sedikit lagi bisa segera dituntaskan.

Saat ini, Setyo mengatakan, berdasarkan fungsi intelijennya, Polri sudah mendata adanya orang – orang yang telah diduga terlibat aktivitas terorisme di Indonesia, karena itu Penanganan Terorisme 75% intelijen itu sangat penting.

Sumber : Indoharian | Berita Harian Indonesia Terbaru dan Terupdate

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *