sakuratoto

Pergeseran Modus Teroris Membuat Takut

 NEWS
Iklan Ads

Pergeseran Modus Teroris Ini Sangat Mengerikan dan Membuat Takut Para Masyarakat

Alam dan Entertainment News, Berita Dunia Terbaru, Berita hari ini, Berita Indonesia Terbaru, Berita Terkini, berita terupdate, Foto, Indoharian, kesehatan, Politik, Terupdate serta Analisis dari INDOHARIAN.com, Ulasan Teknologi, Video, news, kesehatan, teknologi, kriminal, wisata, olahraga, otomotif, aktor, aktris, kulinerAlam dan Entertainment News, Berita Dunia Terbaru, Berita hari ini, Berita Indonesia Terbaru, Berita Terkini, berita terupdate, Foto, Indoharian, kesehatan, Politik, Terupdate serta Analisis dari INDOHARIAN.com, Ulasan Teknologi, Video, news, kesehatan, teknologi, kriminal, wisata, olahraga, otomotif, aktor, aktris, kuliner

IndoharianPergeseran Modus Teroris Membuat Takut

 

Indoharian – Kejahatan terorisme semakin marak di Indonesia, diawali dari Mako Brimob Kelapa Dua, kemudian Surabaya, Sidoarjo dan Riau, Pergeseran Modus Teroris diungkapkan oleh pendiri NII Crisis Center.

Mantan Komandan Negara Islam Indonesia Ken Setiawan sekaligus pendiri NII Crisis Center mengatakan, sejumlah kejahatan terorisme yang terjadi selama dua pekan terakhir ada yang sudah direncanakan dan ada juga yang acak.

Menurut pendiri NII Crisis Center, Ken Setiawan, kejahatan bom dan teror beruntun ini berasal dari kerusuhan yang terjadi di Markas Komando Brimob, Depok, Jawa Barat.

Ken mengatakan Pergeseran Modus Teroris tersebut menyebar ke sejumlah daerah, misalnya seperti untaian bom di Surabaya dan Sioarjo Jawa Timur.

Sebanyak 28 korban jiwa dan 57 orang terluka dalam peristiwa rentetan bom tersebut.

“Para pelaku kejahatan bom dan teror ini memanfaatkan media sosial seperti Youtube sebagai sebuah kompetisi untuk memperkuat iman para pelaku,” ujar Pendiri NII Crisis Center.

SIMAK JUGA Berita Harian Lainnya
PNS Kayong Utara Ditangkap, Karena Lakukan Hal Ini
Salut!! Polisi Perlakukan Jenazah Teroris Seperti Umumnya
Pemkot Cimahi Wacanakan IPAL, Jika Tidak di Beri Sanksi!!!

 

Ken mengatakan teror itu juga termasuk dengan metode-metode membuat aksi bom.

Mereka sudah paham dengan radikal tersebar melalui ranah yang ada di media sosial.

Melalui broadcast – broadcast yang beredar di grup-grup WhatsApp.

Berita – berita hoax lebih cepat tersebar daripada berita yang berdasarkan fakta.

“Ini memicu orang yang melakukan aksi tadi, peran media sosial cukup signifikan dalam aksi terorisme ini. Opini publik berawal dari sana,” ujar Ken.

Mereka tak memerlukan lagi instruksi dari seorang komandan kelompok, kini para pelaku teroris tersebut bergerak secara acak.

“Ini bahaya karena mereka bisa melakukan kapan dan dimana saja,” ungkap Ken.

Menurut Ken, para pelaku teror menganggap paham yang mereka yakini paling benar, sementara yang lain salah, Pergeseran Modus Teroris merupakan intoleransi menjadi pintu masuk awal radikalisme.

Sumber : Indoharian | Berita Harian Indonesia Terbaru dan Terupdate

totokita3

Related Posts

Leave a Reply