banner 468x60

Terhindar Dari Serangan Jantung Karena Sering Berolahraga?? SALAH!!!

 KESEHATAN
banner 468x60

Jika Anda Berpikir Sering Berolahraga Maka Bisa Terhindar Dari Serangan Jantung, Itu SALAH!!!

Berita Harian Indonesia Terbaru dan Terupdate, Politik, Berita Dunia Terbaru, Foto, Video, Ulasan Teknologi, Kesehatan, Alam dan Entertainment News

IndoharianTerhindar Dari Serangan Jantung Karena Sering Berolahraga?? SALAH!!!

 

Indoharian — Sering melakukan olahraga maka belum tentu bisa membuat Anda terhindar dari serangan jantung, apalagi yang sudah mempunyai riwayat sakit jantung.

Olahraga yg sehat utk jantung itu adalah dengan cara melakukan olahraga ringan contohnya seperti jalan pagi, jogging ataupun berenang yg dilakukan secara kontinu.

“Meskipun aktif dalam berolahraga tapi ada beberapa orang yang tetap mempunyai risiko serangan jantung, apalagi jika melakukan olahraga permainan yang seperti tenis, futsal atau lainnya, denyut jantung tentunya akan berdetak dengan cepat tak berirama naik turun,” ucap Dokter Spesialis Penyakit Jantung Siloam Buton Hospital, dr Firman Leksmono SpJP FIHA, dalam Media Gathering di Siloam Buton Hospital, Kamis (25/5/2017).

Menurut dari Firman, olahraga yg sangat baik untuk jantung adalah dengan cara melakukan jalan pagi, jogging, bersepeda, atau pun berenang selama 30 menit yg dilakukan setiap 3 kali dlm seminggu.

“Tapi kalau orang yg sehat dan tidak ada resiko penyakit jantung, maka tak menjadi masalah apabila ia melakukan olahraga main futsal, tenis atau yang lainnya,” ujarnya.

SIMAK JUGA Berita Harian Lainnya
Viral, Kedapatan Sekeluarga Masuk Kokpit Saat Pesawat Sedang Terbang
Mantan Brimob Ini Diguda Pelaku Bom Kampung Melayu
Memalukan, Rizieq Tak Mau Pulang, Polisi Langsung Lakukan Ini!!!

 

Dalam mengenai terhindar dari serangan jantung Firman juga menambahkan apabila kita merasa nyeri pada dada bukan selalu disebabkan oleh jantung. Tapi bisa juga disebabkan oleh paru-paru, otot, sendi dan lainnya.

Dalam sakit jantung, gejala yg paling umum ditemukan itu adalah nyeri pada dada seperti tertindih beban berat.

“Dia tak bisa mendeteksi di mana lokasi nyeri sakit yg sebenarnya. Kalau pasiennya tak bisa mengetahui letak nyeri sakit di dadanya, maka hati-hati kemungkinan besar itu adalah gejala spesifik sakit jantung,” kata Firman.

Sementara itu, penyakit jantung koroner, umumnya lebih sering terjadi pada pria dibandingkan wanita. karena wanita mempunyai hormon estrogen yg dapat melindungi pembuluh darah.

“Bagi wanita sangatlah beruntung karena mereka masih mempunyai hormon estrogen yg tinggi sehingga bisa terhindar dari serangan jantung. Tetapi pada saat wanita memasuki menopause, hormon estrogennya pun akan secara otomatis menurun dan bahkan hilang, maka resiko kena penyakit jantung pun hampir sama dgn laki-laki,” ujarnya.

Sumber : Indoharian | Berita Harian Indonesia Terbaru dan Terupdate

banner 468x60

Related Posts

Leave a Reply