banner 468x60

Top Up Uang Elektronik Rugikan Masyarakat, Begini Kata Anggota DPR

 NEWS, POLITIK
banner 468x60

Rugikan Masyarakat Begini Kata Anggota DPR Ahmad Junaidi Auly

Berita Harian Indonesia Terbaru dan Terupdate, Politik, Berita Dunia Terbaru, Foto, Video, Ulasan Teknologi, Kesehatan, Alam dan Entertainment News

Top Up Uang Elektronik Rugikan Masyarakat, Begini Kata Anggota DPR


IndoHarian
– Bank Indonesia berupaya untuk meningkatkan transaksi elektronik, pembayaran, dan juga peningkatan infrastruktur sistem pembayarannya. tapi , rencana Bank Indonesia guna membebaskan perbankan menarik biaya tambahan atau juga top up uang elektronik menuai protes. Rugikan Masyarakat

Anggota Komisi XI DPR RI Ahmad Junaidi Auly sempat menilai, kebijakan tersebut sangat tak adil dan juga merugikan masyarakat. “Kebijakan ini kontraproduktif dengan sebuah gerakan nasional nontunai yang telah dicadangkan, seharusnya insentif yang diberikan bukan disinsentif,” tutur Junaidi, di kompleks DPR RI Senayan, daerah Jakarta, Senin (20/9).

Rugikan Masyarakat , Ia juga sempat mensinyalir rencana pengenaan biaya top up buat uang elektronik dilakukan untuk mendukung upaya penggunaan uang elektronik di seluruh jalan tol. Di Indonesia juga terdapat dua jenis produk uang elektronik yaitu chips based yang berjumlah delapan layanan dan server based sembilan layanan.

SIMAK JUGA Berita Harian Lainnya
KPK Sebut Kesehatan Setnov Sudah Membaik, Tidak Bisa Alibi Lagi?
Viral!!! Video Mesum Cewek Palembang di Parkiran Kampus, Hampir Bugil
BPJS Tak Berlaku??? Kisah Menyedihkan Ibu Gendong Jasad Bayinya dengan Angkot

Padahal menurut politikus PKS ini, perbankan telah diuntungkan dengan sistem nontunai tersebut, apalagi saat uang elektronik diwajibkan seluruh jalan tol. Junaidi menyatakan, sebuah peningkatan layanan seharusnya ak menunggu ada pengenaan biaya.

Sebaliknya, pemberian Insentif seperti diskon ketika masyarakat melakukan top up akan mendorong masyarakat beralih kepada uang elektronik. Selain itu fokus yang perlu dibenahi perbankan yakni terkait kualitas fisik uang elektronik sampai dengan adanya sebuah layanan uang eletronik di daerah-daerah.

Menurutnya, Bank Indonesia musti mendengar semua pihak termasuk suara masyarakat. Supaya kebijakan dibuat tak menimbulkan polemik di masyarakat. “Jika saja ada beban yang harus ditanggung, jangan semua beban ditimpakan kepada masyarakat,” imbuhnya. Top Up Uang Elektronik Rugikan Masyarakat, Begini Kata Anggota DPR

Sumber : Indoharian | Berita Harian Indonesia Terbaru dan Terupdate

banner 468x60

Related Posts

Leave a Reply