banner 468x60

Twitter Menyediakan Jasa Pekerja Seks Mahasiswi

 KRIMINAL, NEWS
banner 468x60

Sang Muncikari Memanfaatkan Twitter untuk Jasa Seks Mahasiswi

Berita Harian Indonesia Terbaru dan Terupdate, Politik, Berita Dunia Terbaru, Foto, Video, Ulasan Teknologi, Kesehatan, Alam dan Entertainment News

Sang Muncikari Memanfaatkan Twitter untuk Jasa Seks Mahasiswi

 

IndoHarian – Jajaran Polda Daerah Istimewa Yogyakarta berhasil menangkap Andi (30), yang bekerja sebagai muncikari yang menyediakan jasa para pekerja seks mahasiswi. Dia menjalankan aksinya dgn memanfaatkan media sosial Twitter.

Pria hidung belang yang tertarik akan mengirim pesan langsung via Twitter dan dilanjutkan dengan bertukar nomor WhatsApp (WA). Usai terjadi kesepakatan harga, maka sang mucikari akan mengantarkan pekerja seksnya ke tempat yang sudah disepakati oleh pria hidung belang tersebut.

“Kami melakukan peringkusan ketika tersangka hendak mempekerjakan 2 orang mahasiswi di salah satu hotel di wilayah Gondokusuman, Yogyakarta,” tutur Kombes Pol Frans Tjahyono, Direktur Reskrimum Polda DIY, di Mapolda DIY, pada hari Senin (22/5/2017).

Polisi juga berhasil menyita barang bukti berupa sejumlah uang hasil transaksi senilai Rp 2,2 juta, 2 buah ponsel, 2 alat kontrasepsi, dan 12 screen capture yg berisi percakapan transaksi. Sementara, 2 orang mahasiswi yang masih berumur 19 tahun dan 22 tahun diamankan di kantor polisi untuk dimintai keterangan lebih lanjut.

 

SIMAK JUGA Berita Harian Lainnya
Butuh Uang, Ibu Hamil Dijual Kawannya Sendiri
Ini Strategi Unik Polsek Medan Area Antisipasi Tahanan Kabur
Jelang Bulan Ramadan Petugas Mulai Razia Warung Kopi Remang-remang

 

“Pengakuan tersangka hanya punya 2 pekerja seks mahasiswi dan menjalani pekerjaan ini sejak tahun lalu, tetapi kami masih melakukan penyidikan mendalam,” ucap Frans.

Kanit VC Subdit tiga Ditreskrimum Polda Kompol Tri Adi Hari mengatakan tersangka menjadi muncikari usai dirinya dipecat dari tempatnya bekerja. Desakan kondisi ekonomi membuat Andi gelap mata dan berkeputusan ingin menghasilkan uang dgn cepat dan mudah.

“Dia sengaja menjaring mahasiswi dari tempat hiburan malam krn dapat memasang tarif tinggi,” tutur Tri Adi.

Berdasarkan transaksi terakhir, dia memasarkan jasa pekerja seks mahasiswi dengan harga Rp 1,1 juta. Andi memperoleh Rp 300.000 atas perannya sebagai perantara. Para pelanggan membayar secara tunai kepada Andi sewaktu dia mengantarkan para pekerjanya.

Dalam 1 bulan, Andi dapat memperoleh 6 pelanggan dan apabila liburan, jasanya dapat dibilang laris manis. 1 pekerja dapat menjajakan seks 2 kali setiap malam minggu.

Akibat menyediakan jasa pekerja seks mahasiswi, sang muncikari dijerat dgn pasal berlapis yaitu Pasal 45 Ayat satu juncto Pasal 27 Ayat (satu) UU Nomor 19 Tahun 2016 perubahan atas UU Nomor sebelas Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.

Sumber : Indoharian | Berita Harian Indonesia Terbaru dan Terupdate

Related Search

banner 468x60

Related Posts

Leave a Reply