sakuratoto

Waspada! Bahaya Malware Android Menyamar Jadi Aplikasi Terkenal!

 NEWS, TEKNOLOGI
Iklan Ads

Bahaya Malware Android Sedang Menyamar Menjadi Aplikasi Terkenal Seperti Playstore

Alam dan Entertainment News, Berita Dunia Terbaru, Berita hari ini, Berita Indonesia Terbaru, Berita Terkini, berita terupdate, Foto, Indoharian, kesehatan, Politik, Terupdate serta Analisis dari INDOHARIAN.com, Ulasan Teknologi, Video, news, kesehatan, teknologi, kriminal, wisata, olahraga, otomotif, aktor, aktris, kuliner Alam dan Entertainment News, Berita Dunia Terbaru, Berita hari ini, Berita Indonesia Terbaru, Berita Terkini, berita terupdate, Foto, Indoharian, kesehatan, Politik, Terupdate serta Analisis dari INDOHARIAN.com, Ulasan Teknologi, Video, news, kesehatan, teknologi, kriminal, wisata, olahraga, otomotif, aktor, aktris, kulinerAlam dan Entertainment News, Berita Dunia Terbaru, Berita hari ini, Berita Indonesia Terbaru, Berita Terkini, berita terupdate, Foto, Indoharian, kesehatan, Politik, Terupdate serta Analisis dari INDOHARIAN.com, Ulasan Teknologi, Video, news, kesehatan, teknologi, kriminal, wisata, olahraga, otomotif, aktor, aktris, kuliner Alam dan Entertainment News, Berita Dunia Terbaru, Berita hari ini, Berita Indonesia Terbaru, Berita Terkini, berita terupdate, Foto, Indoharian, kesehatan, Politik, Terupdate serta Analisis dari INDOHARIAN.com, Ulasan Teknologi, Video, news, kesehatan, teknologi, kriminal, wisata, olahraga, otomotif, aktor, aktris, kuliner

Indoharian – Waspada! Bahaya Malware Android Menyamar Jadi Aplikasi Terkenal!

 

Indoharian – aplikasi bahaya malware Android dan berhati-hatilah apabila menjumpai aplikasi Android dengan ikon mirip toko aplikasi Google Play Store di internet. Bisa saja aplikasi tersebut merupakan program jahat yang sedang menyamar untuk mengelabui calon korbannya.

Keberadaan bahaya malware Android yang bernama “GPlayed” ini belakangan diungkap oleh peneliti firma riset sekuriti Cisco Talos dalam sebuah laporan.

Selain nama dan ikon mirip Google Play Store, sang program jahat juga melabeli diri sebagai “Google Play Marketplace” agar semakin meyakinkan.

Padahal, kenyataanya GPlayed merupakan malware jenis trojan yang powerful karena mampu melakukan banyak hal begitu terpasang di perangkat Android korban.

Awalnya dirinya akan meminta permission untuk mengakses daftar kontak di ponsel korban, berikut akses administrator dan settings sistem operasi.

Setelah itu, “Operator si program jahat bisa memasang plugin secara remote, menginjeksi script, bahkan membuat kode .NET baru yang bisa dieksekusi,” tulis seorang peneliti Cisco Talos dalam penjelasan mengenai GPlayed.

SIMAK JUGA Berita Harian Lainnya
Grab Gandeng Microsoft, Takut Kalah Saing Sama Go-Jek?
HEBAT! Ini Kemampuan V40 Merekam “Foto Bergerak” Wajib Beli!
HEBAT! Robot Anjing Berteknologi AI Sudah Rilis Di Jepang!

 

Dengan kata lain, pembuat malware bisa mengembangkan kemampuannya dari jauh tanpa perlu mengkompilasi ulang atau memperbarui paket trojan di perangkat yang terifeksi. Gplayed pun bisa dibuat jadi serba bisa.

“Ini adalah trojan berkemampuan penuh yang mampu berfungsi sebagai trojan bank hingga mata-mata. Berarti dirinya bisa melakukan segala hal mulai dari mencu informasi perbankan korban sampai memonitor lokasi perangkat,” tambah para peneliti Cisco Talos.

Gplayed saat ini tampak seperti masih dalam masa pengujian dan belum dilepas sepenuhnya.

Dari bahasa yang ditampilkan sang malware di kotak-kotak dialog permission, sang malware agaknya ditargetkan untuk korban dari kalangan pengguna berbahasa Rusia, meski sebenarnya mudah saja dirinya dibuat berbahasa lain.

Cisco Talos menambahkan bahwa tren malware yang menyamar sebagai aplikasi resmi ini belakangan semakin mengemuka, karena makin banyak pula pembuat aplikasi yang ingin mendistribusikan aplikasinya tanpa melalui Google Play Store.

Sebelumnya pernah ditemukan pula malware yang menyamar sebagai game populer Fortnite. Game ini memang tidak ada di Play Store karena pembuatnya tak mau membayar potongan 30 persen yang dipungut Google.

Pada akhirnya bahaya malware Android, yang menjadi korban adalah pengguna awam yang tak bisa membedakan mana aplikasi asli dan mana aplikasi jadi-jadian.

Sumber : Indoharian | Berita Harian Indonesia Terbaru dan Terupdate

totokita3

Related Posts

Leave a Reply