Strategi Tiarap Prabowo Akan Membuat Jokowi Penasaran

Strategi Tiarap Prabowo Dilakukan Tanpa Ketahuan Oleh Pihak Luar

Alam dan Entertainment News, Berita Dunia Terbaru, Berita hari ini, Berita Indonesia Terbaru, Berita Terkini, berita terupdate, Foto, Indoharian, kesehatan, Politik, Terupdate serta Analisis dari INDOHARIAN.com, Ulasan Teknologi, Video, news, kesehatan, teknologi, kriminal, wisata, olahraga, otomotif, aktor, aktris, kuliner Alam dan Entertainment News, Berita Dunia Terbaru, Berita hari ini, Berita Indonesia Terbaru, Berita Terkini, berita terupdate, Foto, Indoharian, kesehatan, Politik, Terupdate serta Analisis dari INDOHARIAN.com, Ulasan Teknologi, Video, news, kesehatan, teknologi, kriminal, wisata, olahraga, otomotif, aktor, aktris, kulinerAlam dan Entertainment News, Berita Dunia Terbaru, Berita hari ini, Berita Indonesia Terbaru, Berita Terkini, berita terupdate, Foto, Indoharian, kesehatan, Politik, Terupdate serta Analisis dari INDOHARIAN.com, Ulasan Teknologi, Video, news, kesehatan, teknologi, kriminal, wisata, olahraga, otomotif, aktor, aktris, kuliner Alam dan Entertainment News, Berita Dunia Terbaru, Berita hari ini, Berita Indonesia Terbaru, Berita Terkini, berita terupdate, Foto, Indoharian, kesehatan, Politik, Terupdate serta Analisis dari INDOHARIAN.com, Ulasan Teknologi, Video, news, kesehatan, teknologi, kriminal, wisata, olahraga, otomotif, aktor, aktris, kulinerAlam dan Entertainment News, Berita Dunia Terbaru, Berita hari ini, Berita Indonesia Terbaru, Berita Terkini, berita terupdate, Foto, Indoharian, kesehatan, Politik, Terupdate serta Analisis dari INDOHARIAN.com, Ulasan Teknologi, Video, news, kesehatan, teknologi, kriminal, wisata, olahraga, otomotif, aktor, aktris, kuliner Alam dan Entertainment News, Berita Dunia Terbaru, Berita hari ini, Berita Indonesia Terbaru, Berita Terkini, berita terupdate, Foto, Indoharian, kesehatan, Politik, Terupdate serta Analisis dari INDOHARIAN.com, Ulasan Teknologi, Video, news, kesehatan, teknologi, kriminal, wisata, olahraga, otomotif, aktor, aktris, kulinerAlam dan Entertainment News, Berita Dunia Terbaru, Berita hari ini, Berita Indonesia Terbaru, Berita Terkini, berita terupdate, Foto, Indoharian, kesehatan, Politik, Terupdate serta Analisis dari INDOHARIAN.com, Ulasan Teknologi, Video, news, kesehatan, teknologi, kriminal, wisata, olahraga, otomotif, aktor, aktris, kuliner Alam dan Entertainment News, Berita Dunia Terbaru, Berita hari ini, Berita Indonesia Terbaru, Berita Terkini, berita terupdate, Foto, Indoharian, kesehatan, Politik, Terupdate serta Analisis dari INDOHARIAN.com, Ulasan Teknologi, Video, news, kesehatan, teknologi, kriminal, wisata, olahraga, otomotif, aktor, aktris, kuliner
Indoharian – Strategi Tiarap Prabowo Akan Membuat Jokowi Penasaran

Indoharian Strategi Tiarap Prabowo Calon presiden Prabowo Subianto lama tak terlihat turun menyapa langsung para warga ke berbagai daerah. Kondisi kesehatan dan juga pembagian peran dengan calon wakil presiden nomor urut 02 Sandiaga Uno telah jadi alasan. Namun hal ini dinilai bisa menyebabkan kerugian bagi pasangan nomor urut 02 itu.

Prabowo telah dikabarkan tengah mengalami sakit flu dan juga meriang beberapa hari terakhir. Kabar itu diketahui dari Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Sohibul Iman, di acara konsolidasi dan pembekalan caleg PKS, di Hotel Grand Sahid Jaya, pada hari Rabu 30 januari 2019.

Padahal, sejak semula Prabowo telah diundang di acara tersebut bahkan didaulat untuk memberi orasi kebangsaan di hadapan para caleg PKS. Namun hingga pukul 11.00 WIB, Prabowo tak juga nampak di tempat kegiatan itu.

“Beliau sakit, flu. Katanya sudah sakit tiga hari,” kata Sohibul ditemui di lokasi.

Sebelumnya Prabowo sendiri memang telah mengaku sedang tidak fit dan kurang enak badan saat dirinya hadir di acara deklarasi alumni dari 115 Perguruan Tinggi di Indonesia yang digelar di Padepokan Pencak Silat, Taman Mini, Jakarta Timur ada Sabtu 26 januari 2019.

Saat menyampaikan orasi dihadapan para pendukungnya itu, Prabowo berulang kali meminta tisu dan juga menyampaikan bahwa dirinya sedang terserang flu.

“Saya ini sebenarnya sedang flu,” kata Prabowo kala itu.

Prabowo sakit flu juga diamini oleh politikus Gerindra, Fuad Bawazier. Karena sedang flu, Prabowo dalam beberapa terakhir memilih memusatkan kegiatan di kediamannya di kawasan Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Meski tak sedang sakit flu atau meriang, Prabowo sejak mendeklarasikan diri sebagai capres hingga ditetapkan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) sebagai capres nomor urut 02 berpasangan dengan Sandiaga Uno bisa dikatakan jarang tampil di hadapan publik.

Keliling daerah pun bisa dibilang hanya sesekali jika dibandingkan dengan aktifitas Sandiaga ke daerah. Sandi bahkan mengklaim sudah mengunjungi lebih dari 1.000 kali menggelar kunjungan ke daerah.

Sementara Prabowo, dalam sebulan ia hanya sekitar tiga kali keluar untuk berinteraksi kepada masyarakat. Itu pun lebih banyak hanya menghadiri acara, memberi pidato, dan setelah itu dia akan kembali ke rumahnya, baik Hambalang, Bogor, atau terkadang di Jalan Kertanegara, Jakarta.

Pasangan Prabowo-Sandi sebenarnya memiliki porsi sama untuk berkampanye. Nyatanya, sejak masa kampanye dimulai pada 23 September 2018, Prabowo terkesan tak terlalu memanfaatkan hari-hari kampanyenya itu secara maksimal. Justru Sandi lah yang sibuk keliling untuk bertemu masyarakat.

Sandiaga dan pihak Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi pun tak ada yang benar-benar tahu alasan Prabowo lebih banyak ‘bertapa’ di kediamannya.

Merujuk dari pengakuan Sandi, jika terkena Flu masa penyembuhan Prabowo memang lama. Ia meyakinkan bahwa absennya Prabowo di hadapan publik adalah siasat tempur, cara mereka berbagi peran serta tak ada hubungannya dengan isu kesehatan Prabowo yang kian menurun.
Strategi Tiarap Prabowo.

“Iya, Pak Prabowo itu kalau flu recovery-nya lama, dulu juga waktu saya di Pilgub itu Pak Prabowo terkena flu, masa penyembuhannya berbulan-bulan,” kata Sandi.

Pengamat Politik dari Indonesian Politican Review (IPR) Ujang Komarudin menyebut sikap Prabowo yang jarang menyapa masyarakat itu justru akan menimbulkan kerugian tersendiri untuknya.

Sebab, kata Ujang, masa kampanye mestinya dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh para paslon untuk turun dan juga menyapa langsung masyarakat.

“Jadi sejatinya masa kampanye harus dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya oleh Prabowo untuk door to door menyapa rakyat. Jarang keluar berkampanye merupakan sebuah kerugian yang sangat besar,” kata Ujang saat berbincang dengan CNNIndonesia.com melalui telepon, pada hari Kamis 31 januari malam.

Meski mafhum dengan kemungkinan strategi penugasan khusus dari mantan Komandan Jendral Koppasus itu kepada Sandi untuk lebih banyak turun menyapa warga, Ujang menyebut taktik itu tetap memberi kerugian.

“Pasti ada alasan mengapa dia enggan turun gelanggang, mungkin memang sengaja menugaskan Sandi, karena memang lebih banyak Sandi yang mobile kan,” katanya.

“Karena kampanye harus turun, jika jarang turun ya Prabowo rugi. Harus tentunya bertemu rakyat, dengarkan rakyat, tidak bisa hanya tugaskan si A, si B, harus turun juga sendiri,” kata dia.

SIMAK JUGA Berita Harian Lainnya
PKS Serukan Prabowo Menang Jokowi Siap-Siap kalah!
Siapa Yang Akan Kalah? Debat Rocky Lawan Jokowi
Ngamuk! Prabowo Sindir Hasto Tobat, Bencana Jangan Dipolitisir

Hal sama juga diungkapkan oleh Pengamat Politik dari Populi Center, Rafif Pamenang Imawan. Dia menilai isu terkait Prabowo yang tak juga turun gunung untuk berkampanye ini telah bergulir sejak Oktober 2018.

Menariknya, kata dia, hal itu kembali terjadi di awal tahun 2019 yang kemudian dibumbui dengan kabar sakitnya Prabowo.

“Alasan sakit adalah alasan manusiawi, tidak ada yang salah. Hanya saja patut dicatat bahwa isu mengenai Prabowo jarang kampanye telah muncul sejak bulan Oktober maupun November tahun lalu,” kata Rafif.

Oleh karena itu, menurut Rafif alasan sakit hingga penghematan biaya kampanye sebetulnya bukan alasan tepat untuk tidak terjun ke masyarakat di masa kampanye. Itu pun jika memang si empunya hajat memang memiliki kemauan untuk memikat rakyat di Pilpres 2019 ini.

Sebab, kata Rafif, bagaimana pun juga rakyat mencari calon presidennya, bukan cawapres muda yang memang mampu menjawab narasi-narasi politik yang dilemparkan oleh kubu petahana.

“Tidak ada hubunganya dengan penghematan biaya, mungkin memang narasi-narasi yang dilemparkan oleh Jokowi, seperti tokoh politik milenial, hanya dapat direspons oleh Sandiaga. Hal ini tentu bagus untuk Sandiaga, tapi petaka bagi Prabowo,” kata Rafif.

“Bagaimanapun juga, publik mencari calon Presiden yang mampu menjelaskan visi dan misinya, bukan lantas disuguhi oleh calon wakil presidennya terus-menerus,” kata dia. Strategi Tiarap Prabowo.

Sumber : Indoharian | Berita Harian Indonesia Terbaru dan Terupdate

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *