Takut Dipenjara, Buni Yani Dukung Prabowo Dengan Alasan Ini!

Buni Yani Dukung Prabowo Akan Disebut Buruk Pada Mata Hukum

Alam dan Entertainment News, Berita Dunia Terbaru, Berita hari ini, Berita Indonesia Terbaru, Berita Terkini, berita terupdate, Foto, Indoharian, kesehatan, Politik, Terupdate serta Analisis dari INDOHARIAN.com, Ulasan Teknologi, Video, news, kesehatan, teknologi, kriminal, wisata, olahraga, otomotif, aktor, aktris, kuliner Alam dan Entertainment News, Berita Dunia Terbaru, Berita hari ini, Berita Indonesia Terbaru, Berita Terkini, berita terupdate, Foto, Indoharian, kesehatan, Politik, Terupdate serta Analisis dari INDOHARIAN.com, Ulasan Teknologi, Video, news, kesehatan, teknologi, kriminal, wisata, olahraga, otomotif, aktor, aktris, kuliner

Indoharian  – Takut Dipenjara, Buni Yani Dukung Prabowo Dengan Alasan Ini

 

Indoharian – Wakil Sekretaris dari TKN (Tim Kampanye Nasional) Joko Widodo dan juga Ma’ruf Amin, Raja Juli Antoni menyebutkan Buni Yani dukung Prabowo akan menjadi perpepsi buruh terhadap mata hukum.

Hal tersebut disebutkan untuk menanggapi alasan salah terdakwa kasus UU Infomrasi dan Transaksi Elektronik (ITE), Buni Yani dukung Prabowo dengan alasan bergabung kedalam tim sukses pasangan calon dari nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Bahwa, dirinya hendak memenangkan pasangan itu agar tidak dipenjara dalam kasus itu.

“Itu persepsi buruk kepada hukum. Presiden sebagai eksekutif tidak akan bisa intervensi terhadap area yudikatif,” kata Raja Juli, di Rumah Cemara, Jakarta, Senin (24/9/2018).

Dia juga mengingatkan Buni tidak akan dipenjara jika memang tidak bersalah. Oleh sebab itu, Raja Juli juga meminta Buni berani untuk menghadapi kasusnya tanpa meminta Prabowo untuk mengintervensi proses hukum.

“Kalau merasa tidak bersalah, tidak akan kami hukum. Kalau memang benar ya harus berani,” katanya, yang juga menjabat sebagai Sekretaris Jenderal dari (PSI) Partai Solidaritas Indonesia)

SIMAK JUGA Berita Harian Lainnya
BAHAYA! Amien Rais Ingatkan Prabowo Tentang Hal Ini
Berusaha Menang Pilpres, Prabowo Sindir Kekayaan Negara!
MEMALUKAN! Ternyata Begini Aksi Walkout SBY Di Monas

 

Seharusnya, kata Raja Juli, Buni memperkuat argumentasi hukumnya dalam upaya banding dalam kasusnya itu, ketimbang bergantung pada capres yang akan dipilih.

“Masa untuk mendukung seseorang karena ada garansi bahwa dia akan membebaskan? Itu kan sangat tidak bener. Justru itu, sekarang Buni Yani sedang dalam banding, ya perkuat saja argumen hukumnya,” ucap Antoni.

Lebih dari itu, dirinya menyebtukan Joko Widodo tidak pernah melakukan intervensi hukum selama menjabat sebagai presiden. Hal itu sangat terbukti lewat penindakan seorang KPK terhadap Idrus Marham yang notebane sebagai menteri dan juga kader dari partai koalisi Joko Widodo dan juga Jusuf Kalla.

“Tidak ada proteksi dan memang tidak akan bisa diproteksi soal hukum itu. Institusi hukum memang independen,” katanya.

Sebelumnya, Buni Yani juga mengatakan siap memenangkan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno pada Pilpres 2019 karena dirinya sangat ingin dipenjara selama 1,5 tahun.

“Ya tentu saya sangat siap untuk memenangkan. Pak Prabowo harus menang, kalau tidak nanti saya masuk penjara 1,5 tahun,” kata dia, di kompleks parlemen, Jakarta, Senin (24/9/2018).

Diketahui juga, Buni Yani menjadi terdakwa UU ITE karena mengunggah video pidato eks dari Gubernur DKI Basuki Tjahja Purnama alias Ahok di Kepulauan Seribu, 2016. Mantan dosen ini menambahkan kutipan kata-kata Ahok yang dianggap menista agama dalam cuplikan video tersebut.

Hal itu kemudian juga menyangkut dari rangkaian Aksi Bela Islam yang menuntut proses hukum terhadap Ahok. Ahok pun dua tahun penjara.

Buni Yani dukung Prabowo dan akan diseret ke arah pengadilan dan di ancam penjara satu tahun enam bulan oleh Pengadilan Negeri Bandung, pada 14 November 2017. Meski divonis, Buni Yani tidak ditahan.

Sumber : Indoharian | Berita Harian Indonesia Terbaru dan Terupdate

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *