Batalkan Pembahasan RUU, Aksi Demo Terbesar Hongkong

Abaikan Demonstrasi, Hong Kong Tetap Tidak Akan Batalkan Pembahasan RUUBerita Dunia Terbaru, Berita hari ini, Berita Indonesia Terbaru, Berita Terkini, berita terupdate, Indoharian, news, Politik, Terupdate serta Analisis dari INDOHARIAN.com

IndoharianBatalkan Pembahasan RUU, Aksi Demo Terbesar Hongkong

Indoharian – Pemimpin Hong Kong yang pro-Beijing, Carrie Lam, memastikan bahwa pemerintahannya tidak akan batalkan pembahasan RUU ke China meski ratusan ribu warga sudah menggelar aksi protes.

Sejak beberapa pekan sebelumnya, keresahan domestik semakin meningkat karena aturan tersebut. Perubahan regulasi dicemaskan akan merusak aturan hukum dan kebebasan yang selama ini dibanggakan Hong Kong. Bekas koloni Inggris itu diserahkan kembali ke pemerintahan Cina pada 1997 di tengah jaminan otonomi dan berbagai kebebasan. Termasuk pula sistem hukum terpisah yang diyakini banyak diplomat dan pemimpin bisnis sebagai sisa aset Hong Kong.

Pencetus demonstrasi mengatakan, jumlah demonstran lebih dari setengah juta orang. Angka itu melampaui jumlah demonstran pada 2003 ketika 500 ribu orang turun ke jalan untuk menentang rencana pemerintah mengetatkan hukum keamanan nasional. Pihak kepolisian belum memberikan pernyataan estimasi jumlah demonstran.

“Ini adalah hukum yang sangat penting yang akan membantu penegakan keadilan dan memastikan Hong Kong memenuhi kewajiban internasional terkait kejahatan lintas batas dan transnasional,” ujar Lam sebagaimana dikutip AFP, Senin (10/6).

Saat ini, Hong Kong memang tengah menggodok aturan yang memungkinkan proses ekstradisi ke manapun, termasuk China.

SIMAK JUGA Berita Harian Lainnya
Gak Nyangka, THR Pertama Alyssa Soebandono Sebesar Ini
Westlife Konser Di Palembang Untuk Pertama Kalinya
Viral! Video Coli 7 Atlet, Netizen: Mana Linknya?

Proposal aturan ini menyulut amarah warga setempat karena khawatir akan sistem pengadilan China yang kerap bias dan dipolitisasi.

Amarah publik memuncak hingga ratusan ribu warga menggelar unjuk rasa besar-besaran yang berujung ricuh pada Minggu (9/6).

Sepanjang malam, mereka meneriakkan yel-yel anti-China dan mendesak agar Lam batalkan pembahasan RUU itu, kemudian mengundurkan diri.

Pihak koordinator demonstrasi menyatakan bahwa aksi ini merupakan unjuk rasa terbesar sejak 1997, ketika warga setempat menolak penyerahan Hong Kong ke China.

Meski sudah didesak ratusan ribu orang, Lam kembali memastikan bahwa RUU itu akan terus ditindaklanjuti dan bakal dibahas lagi dalam rapat parlemen pada Rabu (12/6).

“RUU itu akan masuk ke tahap pembahasan kedua pada 12 Juni,” ucap Lam.

Lam membantah bahwa ia mengabaikan amarah warga. Ia justru memastikan bahwa pemerintahannya akan menggodok RUU itu sedemikian rupa agar kebebasan Hong Kong dari China tetap terlindungi, juga sesuai dengan standar internasional.

“Saya dan tim saya tak pernah mengabaikan pandangan mengenai hukum yang sangat penting ini. Kami terus mendengarkan dan mendengarkan dengan seksama,” katanya soal batalkan pembahasan RUU.

Sumber : Indoharian | Berita Harian Indonesia Terbaru dan Terupdate

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *